JEMBER, Halojember.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan dukungan penuh terhadap Perum Bulog dalam memperkuat penyerapan gabah dan jagung guna menyukseskan program ketahanan pangan nasional tahun 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Perum Bulog Kantor Cabang Jember bersama Bupati Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (8/1/2026).
Kepala Bulog Kancab Jember, M Ade Saputra, menyampaikan, hasil evaluasi penyerapan gabah, beras, dan jagung sepanjang 2025 sebagai dasar perbaikan pada 2026.
“Sesuai instruksi Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas, tahun 2026 Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung,” ujar Ade.
Untuk mendukung target tersebut, Bulog Jember menetapkan sejumlah langkah teknis.
Di antaranya memastikan gabah diserap pada usia panen optimal agar rendemen beras maksimal, penggunaan timbangan terkalibrasi di tingkat gapoktan dan poktan, serta penetapan harga gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram.
"Selain itu, waktu panen diupayakan dilakukan di atas pukul 09.00 WIB. Ini untuk mengurangi kadar air akibat embun pada tanaman padi," terangnya.
Untuk komoditas jagung, Bulog Jember menetapkan harga Rp 5.500 per kilogram untuk jagung pipilan kering dengan kadar air 18–20 persen.
Lalu harga Rp 6.400 per kilogram di gudang Bulog dengan kadar air 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan, kesiapan Pemkab Jember mendukung penuh program Bulog sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan.
“Kami akan segera menerbitkan surat edaran kepada mitra penggilingan swasta dan KDMP di Kabupaten Jember agar dapat berkolaborasi dalam penyediaan dryer untuk memfasilitasi petani saat panen raya,” kata Gus Fawait.
Baca Juga: Curah Hujan di Jember Tinggi, Petani Jadi Sambat Proses Pengeringan Jagung Terhambat
Ia juga mengapresiasi kinerja Bulog Kancab Jember yang meraih predikat Kantor Cabang Terbaik I di Provinsi Jawa Timur.
"Pemkab menilai langkah-langkah Bulog Jember selama ini konsisten untuk mengedepankan kepentingan petani," pungkasnya. (kin)
Editor : Sidkin