JEMBER, Halojember - Panen padi mulai berlangsung di sejumlah wilayah di Kabupaten Jember. Kebutuhan penyerapan gabah pun meningkat tajam.
Bulog Jember langsung menyiapkan berbagai skema penyerapan gabah kering panen (GKP) agar hasil panen petani tidak menumpuk di lapangan.
Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah menggandeng mitra maklon yang memiliki fasilitas pengering atau dryer.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Sumberjambe: 2 Ton Beras SPHP Bulog Jember Ludes Diserbu Warga
Untuk diketahui, kapasitas pengering milik Bulog masih terbatas sehingga belum mampu menampung lonjakan panen saat musim panen raya.
Saat ini Bulog memiliki satu unit pengering di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Puger dengan kapasitas sekitar 120 ton.
Jumlah tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh GKP petani yang masuk secara bersamaan.
Baca Juga: Bulog Jember Targetkan 84 Ribu Ton Beras dan 10 Ribu Ton Jagung, Ini Strateginya
Oleh sebab itu, sejak awal Januari Bulog menggandeng penggilingan padi dan pengusaha sebagai mitra maklon.
Kepala Bulog Cabang Jember M. Ade Saputra, mengatakan, kerja sama ini menjadi jembatan agar gabah petani tetap terserap.
“Kerja sama ini untuk menjembatani petani agar gabahnya tetap terserap. Saat ini sudah ada 13 mitra maklon yang kami gandeng,” kata Ade.
Mitra maklon berperan mengeringkan gabah sebelum diolah menjadi beras standar Bulog.
Dia menjelaskan, 13 mitra yang ikut terlibat dengan total kapasitas pengeringan sekitar 1.600 ton per hari.
Ade menjelaskan kapasitas tiap mitra berbeda dan masih akan terus bertambah.
“Kapasitas tiap mitra maklon berbeda. Mulai 80 ton, 100 ton, hingga 500 ton. Dan, ini masih akan ada tambahan mitra lagi,” paparnya.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menjelang panen raya padi di Jember.
Tanpa tambahan fasilitas pengering, gabah berisiko rusak karena kadar air tinggi saat panen.
Baca Juga: Gubernur Khofifah: Penetrasi Pasar untuk Stabilitas Beras di Jember
Sehingga kehadiran mitra membuat proses pengolahan lebih cepat dan petani bisa langsung menjual hasil panennya.
“Mereka membantu fasilitas pengeringan saat panen raya,” imbuhnya.
Bulog Jember tahun ini menargetkan pengadaan setara 84.000 ton beras atau sekitar 175.000 ton GKP serta penyerapan jagung sekitar 10.000 ton.
Kapasitas gudang juga menjadi tantangan karena dari daya tampung 100 ribu ton saat ini sudah terisi sekitar 98 ribu ton hasil serapan 2025.
Baca Juga: Beras Petani Lokal Bulog 82.000 Ton Cukup Sampai Idul Fitri
Ade menegaskan pihaknya menyiapkan berbagai skema agar penyerapan berjalan optimal.
“Kami siapkan semua skema supaya panen petani tetap terserap optimal,” pungkasnya.
Editor : Sidkin