JEMBER, Halojember – Upaya Bulog Cabang Jember mempersiapkan panen raya mendapat apresiasi dari Bulog Jawa Timur.
Penguatan sinergi dengan mitra pengering gabah (makloon) dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap optimal sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras.
Kepala Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu menyebut, koordinasi yang dilakukan Bulog Jember menunjukkan kesiapan menghadapi lonjakan produksi gabah pada musim panen Maret hingga Mei mendatang.
Baca Juga: Hadapi Panen Raya, Bulog Jember Perbesar Kapasitas Pengering Gabah dan Tambah Mitra Makloon
Menurutnya, kolaborasi dengan mitra menjadi kunci keberhasilan penyerapan hasil panen di daerah.
“Kami mengapresiasi upaya Bulog Jember yang terus melakukan rekonsiliasi bersama mitra. Sinergi ini penting untuk memastikan penyerapan gabah petani lokal berjalan optimal dan sesuai aturan yang berlaku,” katanya saat mengikuti pertemuan secara daring, Rabu (25/2/2026).
Sebagai bagian dari persiapan, Bulog Jember mengundang 15 mitra makloon dalam forum koordinasi di kantor cabang.
Baca Juga: Bulog Jember Gandeng 13 Mitra Maklon Dryer, Kapasitas Pengering Gabah Capai 1.600 Ton
Pertemuan tersebut membahas kesiapan fasilitas pengeringan serta mekanisme teknis penerimaan gabah dan beras hasil penggilingan.
Kepala Bulog Cabang Jember M Ade Saputra menjelaskan, penambahan dua mitra baru dilakukan untuk memperkuat kapasitas pengeringan.
Sebelumnya, 13 mitra yang telah bekerja sama telah mampu menangani sekitar 1.600 ton gabah.
Baca Juga: Pemkab Jember Dukung Bulog Perkuat Serapan Gabah dan Jagung, Sukseskan Ketahanan Pangan 2026
Kini, kapasitas itu diperbesar guna mengantisipasi lonjakan produksi saat panen mencapai puncaknya.
Menurut Ade, dukungan mitra sangat diperlukan karena fasilitas internal memiliki keterbatasan.
“Ini menjadi bagian dari strategi kami agar penyerapan gabah saat panen raya bisa maksimal,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas, Bulog juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi melalui penyamaan skema kerja antar mitra.
“Kami membahas skema dan tata kelola mitra makloon secara teknis, termasuk mekanisme penerimaan gabah dan beras agar berjalan efektif dan sesuai aturan,” jelas Ade.*
Editor : Sidkin