Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Awas Jangan Panic Buying BBM, Hiswana Migas Ingatkan Risikonya!

Yulio Rj • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:06 WIB

Doc antrean panjang di SPBU jalan Gajah Mada Jember saat  terjadi kelangkaan BBM tahun lalu
Doc antrean panjang di SPBU jalan Gajah Mada Jember saat terjadi kelangkaan BBM tahun lalu

Halojember – Kepanikan masyarakat dalam membeli bahan bakar minyak (BBM) mulai terlihat di sejumlah daerah.

Di Aceh, antrean panjang kendaraan terjadi di beberapa SPBU setelah warga ramai-ramai membeli BBM akibat isu kelangkaan yang beredar di media sosial.

Di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, warga bahkan menyerbu SPBU sejak Rabu (4/3).

Antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer. Banyak warga membeli BBM dalam jumlah besar karena khawatir stok akan habis akibat situasi geopolitik global.

Kepanikan itu dipicu berbagai informasi yang beredar, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga pernyataan Menteri ESDM yang menyebut cadangan BBM nasional berada di kisaran 20 hari.

Akibatnya, masyarakat memilih mengisi BBM lebih banyak dari biasanya untuk berjaga-jaga.

Situasi tersebut bahkan memicu lonjakan harga BBM di tingkat pengecer dan kemacetan di sekitar SPBU karena antrean kendaraan yang panjang.

Fenomena itulah yang diingatkan oleh Hiswana Migas agar tidak terjadi di daerah lain, termasuk Jember.

Ketua Hiswana Migas DPC Besuki Iqbal Wilda Fardana menegaskan masyarakat sebaiknya tidak terpancing melakukan panic buying.

Menurutnya, pembelian BBM secara berlebihan justru berpotensi memicu kelangkaan semu di SPBU. Padahal secara distribusi, pasokan BBM dari depot ke SPBU masih berjalan normal.

“Kalau masyarakat membeli dalam jumlah besar secara bersamaan, stok di SPBU bisa cepat habis. Padahal pasokan sebenarnya tetap berjalan normal,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan, sistem distribusi BBM dirancang mengikuti pola konsumsi yang relatif stabil.

Ketika terjadi lonjakan pembelian secara mendadak, stok di SPBU bisa langsung terserap dalam waktu singkat sebelum pengiriman berikutnya datang.

Akibatnya, antrean kendaraan bisa memanjang dan memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan BBM.

Karena itu, masyarakat diminta tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Jika konsumsi tetap normal, distribusi energi dipastikan tetap lancar dan tidak menimbulkan gangguan pasokan di SPBU.

“Jangan sampai karena termakan hoaks lalu melakukan panic buying. Itu justru bisa menciptakan kelangkaan yang sebenarnya tidak ada,” tegasnya.(yul)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#his #aceh #jember #Panic Buying BBM #bahlil #bbm #HiswanaMigas #panic buying