Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jika Perang Dunia III Pecah, Negara Mana Paling Aman dan Paling Berbahaya? Di Mana Posisi Indonesia?

Yulio Rj • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:15 WIB

Ilustrasi pecahnya perang dunia 3 saat rudal balistik dan bom nuklir berterbangan (yulio/gemini ai)
Ilustrasi pecahnya perang dunia 3 saat rudal balistik dan bom nuklir berterbangan (yulio/gemini ai)

 

Halojember – Ketegangan geopolitik global kembali memunculkan diskusi lama: negara mana yang paling aman jika perang dunia pecah.

Sejumlah lembaga riset internasional mencoba memetakan negara yang relatif aman maupun yang paling berisiko terdampak jika konflik global meluas.

Salah satu rujukan yang sering digunakan adalah laporan Global Peace Index yang dirilis oleh Institute for Economics and Peace.

Indeks tersebut mengukur tingkat keamanan dan stabilitas negara berdasarkan berbagai indikator, mulai dari konflik militer, stabilitas politik, hingga tingkat kriminalitas.

Dalam sejumlah analisis keamanan global, negara yang relatif aman jika perang besar terjadi umumnya memiliki beberapa karakteristik, letak geografis terpencil, tidak terlibat dalam aliansi militer besar, serta memiliki sumber daya alam yang cukup untuk menopang kebutuhan dalam negeri.

Beberapa negara yang sering disebut paling aman antara lain Islandia, Selandia Baru, dan Swiss. Islandia misalnya tidak memiliki angkatan bersenjata permanen dan berada jauh dari pusat konflik global.

Selandia Baru juga berada relatif terisolasi secara geografis di kawasan Pasifik Selatan.

Sementara Swiss dikenal dengan kebijakan netralitas yang dijaga selama ratusan tahun. Negara tersebut memiliki sistem pertahanan sipil kuat serta cadangan logistik yang dirancang untuk menghadapi situasi darurat jangka panjang.

Sebaliknya, negara yang dianggap paling berbahaya jika perang dunia pecah biasanya merupakan negara yang memiliki kekuatan militer besar atau menjadi pusat aliansi militer global.

Negara seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok hampir pasti akan menjadi pusat konflik karena peran strategis mereka dalam geopolitik dunia.

Wilayah Eropa Timur juga dinilai memiliki risiko tinggi karena menjadi titik pertemuan kepentingan militer berbagai blok.

Negara-negara yang berada di kawasan konflik aktif atau dekat dengan pangkalan militer besar biasanya masuk kategori paling rentan.

Lalu bagaimana dengan posisi Indonesia? Secara geografis, Indonesia dinilai memiliki sejumlah faktor yang relatif menguntungkan.

Letaknya jauh dari pusat konflik militer utama dunia serta tidak tergabung dalam aliansi militer besar seperti NATO.

Selain itu, Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang relatif melimpah serta wilayah kepulauan yang luas.

Faktor tersebut membuat Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara dengan risiko konflik militer langsung yang tinggi.

Meski demikian, para analis menilai Indonesia tetap bisa terdampak secara tidak langsung jika perang dunia terjadi.

Dampak tersebut biasanya muncul dalam bentuk gangguan ekonomi global, lonjakan harga energi, hingga terganggunya jalur perdagangan internasional.

Karena itu, meskipun secara geografis relatif aman dari konflik militer langsung, stabilitas ekonomi dan ketahanan energi tetap menjadi faktor penting yang menentukan seberapa kuat sebuah negara menghadapi krisis global.(yul)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#perang dunia 3 #iran #ameria serikat #israel #perang