HALOJEMBER – Diketahui ada sekitar 50-an Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Jember belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Padahal, puluhan SPPG itu banyak yang sudah beroperasi dan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa.
Kondisi ini memaksa pemkab melalui Dinas Kesehatan harus bekerja maraton.
Dapur MBG yang belum punya SLHS diasesmen ulang khususnya sumber air dan sanitasi di titik-titik dapur tersebut.
Ketua Satgas MBG Jember Ahmad Helmi Luqman mendorong para kepala dapur segera mengurus izin SLHS tersebut.
Tanpa SLHS dan jaminan air bersih, risiko kontaminasi pada makanan menjadi ancaman kasus-kasus serupa kembali berulang.
"Ada beberapa yang belum punya SLHS, sekitar 50-an, sekarang sudah proses mengurus semua (ke dinkes)," ungkapnya.
Selain masalah air, kedisiplinan pengelola dalam menyimpan sampel makanan juga menjadi catatan merah.
Helmi menyebut, banyak SPPG di Jember abai terhadap prosedur pengamanan sampel makanan dua hari sebelumnya.
Dia pun mendorong bos-bos SPPG bergerak memastikan percepatan perbaikan kualitas dan menyelesaikan masalah sanitasi ini dalam waktu singkat.
"Wajib ada sampling, baik makanan basah maupun kering,” ulasnya.
Baca Juga: Demi Keselamatan Anak, COLEPS Jember Minta Sekolah Lebih Selektif Terima Menu MBG
Bahkan, beberapa SPPG tidak menaruh sampel sebagai bukti.
“Kami temukan masih ada beberapa SPPG yang tidak menaruh sampel dua hari sebelumnya, padahal itu bukti bahwa makanan yang dikirim sama dengan yang di dapur," kata Helmi yang merupakan Pj Sekda Jember tersebut. (mau/nur)
Editor : Hariri HJ