HALOJEMBER - Berdasarkan situasi terkini per 5 Maret 2026, ketegangan antara Amerika Serikat-Israel vs Iran telah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia.
Ini pun berdampak langsung pada kenaikan harga BBM di Indonesia.
Dampak di Indonesia:
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi:
Terhitung mulai 1 Maret 2026, seluruh SPBU di Indonesia termasuk Pertamina, Shell, VIVO, dan BP telah resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi akibat meroketnya harga minyak mentah dunia.
Beban Subsidi Membengkak:
Meskipun pemerintah berupaya menjaga harga BBM subsidi (Pertalite dan Solar), kenaikan harga minyak yang kini menembus di atas $78 per barel memberikan tekanan besar pada APBN.
Ancaman Inflasi:
Kenaikan biaya logistik akibat naiknya harga BBM nonsubsidi berpotensi memicu inflasi pada harga kebutuhan pokok.
Semua badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Indonesia, kompak menaikkan harga produk BBM-nya di SPBU per 1 Maret 2026.
Diantara yang menaikkan harga dalah SPBU PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR dan juga PT Vivo Energy Indonesia.
Contohnya produk BBM di SPBU Pertamina. Harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax naik menjadi Rp 12.300 per liter dari sebelumnya di Februari Rp 11.800 per liter.
Kemudian, Pertamax Green atau RON 95 menjadi Rp 12.900 per liter padahal Rp 12.450 per liter.
Pertamax Turbo menjadi Rp 13.100 per liter, sebelumnya Rp 12.700 per liter.
Dexlite menjadi Rp 14.200 per liter, sebelumnya Rp 13.250 per liter.
Selain itu, Pertamina Dex menjadi Rp 14.500 per liter, sebelumnya Rp 13.500 per liter.
Pertamina secara resmi juga mengumumkan dikutip Senin (2/3/2026).
"PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum," tulis pengumuman Pertamina.
Sementara BBM subsidi Pertamina seperti RON 90 atau Pertalite tidak mengalami kenaikan atau tetap Rp10.000 per liter.
Demikian pula dengan Solar Subsidi, sama yaitu Rp 6.800 per liter.
Kenaikan harga BBM ini diorediksi akan terus terjadi, jika perang tak segera usai.
Editor : Hariri HJ