Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Hegemoni Barat Runtuh, Analisis Strategis Perang AS Israel vs Iran pada Hari Kelima, Kegagalan Operasi Epic Fury

Hariri HJ • Jumat, 6 Maret 2026 | 01:55 WIB

Ilustrasi perang AS Israel dan Iran. Dalam ilustrasi itu warga Palestina melihatnya. (Foto: Ruhollah-pinterest)
Ilustrasi perang AS Israel dan Iran. Dalam ilustrasi itu warga Palestina melihatnya. (Foto: Ruhollah-pinterest)

HaloJember - AS dan Israel melancarkan serangan udara masif yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer sejak akhir Februari 2026 hingga 5 Maret 2026.

Kendati begitu, banyak pakar strategi menilai adanya kegagalan sistemik dalam melumpuhkan perlawanan Iran sepenuhnya.

Pada Hari Kelima Perang AS Israel vs Iran sejumlah pakar menyebut, Hegemoni Barat Runtuh.

Analisis Strategis Perang AS Israel vs Iran pun disimpulkan menjadi Kegagalan Operasi Epic Fury.

Ketahanan Militer Iran:

Iran berhasil melancarkan serangan balasan gelombang keenam menggunakan ratusan rudal balistik dan drone yang menghantam 27 titik strategis di Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk (termasuk di UEA, Qatar, dan Kuwait).

Adaptasi Taktis:

Analis militer menyebut bahwa Iran menggunakan strategi yang membuat pola serangannya sulit diprediksi, menunjukkan bahwa musuh telah beradaptasi terhadap teknologi AI militer yang digunakan Barat.

Dampak dan Eskalasi Terkini

Korban Jiwa:

Data dari Bulan Sabit Merah Iran per 2 Maret mencatat sekurangnya 555 orang tewas akibat serangan gabungan tersebut, sementara di pihak Israel, serangan balasan Iran telah menyebabkan warga terluka di Tel Aviv dan Bnei Brak.

Krisis Kepemimpinan:

Serangan Israel telah menghantam gedung Majelis Ahli di Qom dan dilaporkan menyebabkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, namun hal ini justru memicu mobilisasi militer Iran yang lebih agresif.

Blokade Ekonomi:

Ratusan kapal tanker minyak dan gas kini tertahan di Selat Hormuz, meng ancam stabilitas energi global dan ekonomi dunia.

Status Diplomasi Berujung Perang Terbuka:

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan perang ini baru saja dimulai dan memprediksi kehancuran Teheran, namun di lapangan, konflik justru melebar melibatkan aset-aset di 12 negara Timur Tengah.

Gagalnya Gencatan Senjata:

Upaya diplomasi di Jenewa sebelum perang pecah berakhir buntu, memicu Presiden Donald Trump untuk memerintahkan serangan pre-emptive.

Editor : Hariri HJ
#ancam stabilitas energi global #Hegemoni Barat Runtuh #Kegagalan Operasi Epic Fury #Perang AS Israel vs Iran