JEMBER, Halojember - Harga BBM eceran jenis Pertalite di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melonjak tajam setelah muncul isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan satu botol dijual hingga lebih dari Rp 25.
Kenaikan harga itu terjadi karena warga dan pedagang bensin eceran sama-sama panik setelah muncul kabar bahwa persediaan BBM akan habis akibat konflik internasional.
Isu tersebut cepat menyebar di media sosial dan membuat masyarakat berbondong-bondong mencari BBM.
Biasanya Pertalite dan Pertamax masih cukup mudah ditemukan di pedagang eceran di pinggir jalan.
Namun, sejak isu tersebut muncul, stok bensin di lapak-lapak eceran langsung habis karena banyak warga membeli lebih banyak dari biasanya.
Para pedagang bensin eceran pun ikut menyerbu SPBU untuk menambah stok. Kondisi itu membuat antrean kendaraan di SPBU Jenggawah, Dusun Bringinlawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, memanjang sejak Jumat (6/3/2026) pagi.
Barisan sepeda motor dan mobil terlihat mengular hingga ke jalan raya jurusan Jenggawah–Ambulu. Antrean bahkan sudah mulai terlihat sejak sekitar pukul 05.00 pagi dan masih berlangsung hingga siang hari.
Suyitno, 60, warga Dusun Krajan, Desa Wonojati, mengaku, sudah datang sejak pagi untuk mendapatkan BBM.
Menurutnya, pengisian BBM di SPBU saat itu juga dibatasi agar bisa dibagi kepada lebih banyak kendaraan.
Untuk sepeda motor, pengisian dibatasi maksimal Rp 50 ribu sekali isi. Sedangkan kendaraan roda empat hanya diperbolehkan mengisi hingga Rp 100 ribu.
Antrean panjang juga dirasakan Zaeni, pengendara sepeda motor Honda CBR. Ia mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan giliran mengisi bahan bakar.
“Saya antre cukup lama dan hanya boleh mengisi Rp 50 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, Sulaiman, 27, warga Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, memilih membeli bensin eceran karena harus segera berangkat kerja di kawasan Kaliwates.
Ia khawatir terlambat jika harus menunggu antrean panjang di SPBU.
“Saya beli bensin eceran yang satu botol besar (1,5 liter,Red) harganya Rp 25.500. Kalau botol pertalite kecil Rp 15 ribu,” ungkapnya.
Meski antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU akibat kepanikan warga, ketersediaan BBM jenis Pertalite dan solar sebenarnya masih dalam kondisi aman.
Namun, isu yang beredar di media sosial membuat masyarakat berbondong-bondong membeli BBM sehingga antrean panjang tidak terhindarkan. (jum/kin)
Editor : Sidkin