JEMBER, Halojember – Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi merata terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi tersebut bertepatan dengan masa panen padi yang tengah berlangsung di berbagai wilayah.
Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi petani karena kualitas gabah berpotensi menurun akibat tingginya kadar air.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem tersebut, Perum Bulog Cabang Jember tetap melakukan penyerapan gabah hasil panen petani melalui skema kerja sama dengan mitra penggilingan padi atau makloon.
Salah satu mitra penggilingan padi Bulog yang berada di Kecamatan Puger tetap menyerap gabah dari petani di wilayah Jember Selatan dan sekitarnya.
Baca Juga: Bulog Jatim Apresiasi Langkah Proaktif Bulog Jember Siapkan Panen Raya Padi
Meski curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, aktivitas penyerapan gabah tetap berjalan setiap hari.
Bahkan, jumlah gabah yang diserap di penggilingan bisa mencapai sekitar 40 ton per hari.
Gabah yang diterima berasal dari petani yang baru selesai panen dan langsung dikirim ke penggilingan untuk diproses.
Ketua Gapoktan Tani Makmur Kasiyan Timur, Hendro Saputro, mengatakan, para petani sangat terbantu dengan kebijakan Bulog yang tetap menerima gabah di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Hadapi Panen Raya, Bulog Jember Perbesar Kapasitas Pengering Gabah dan Tambah Mitra Makloon
Ia bahkan sempat mengecek langsung kualitas gabah hasil panen yang dikirim oleh petani.
“Saya ingin mengecek langsung, saya lihat kadar airnya 33 persen. Gabahnya hijau sekitar 13 persen. Ternyata diterima. Ini kabar luar biasa bagi petani,” ujarnya.
Menurut Hendro, kondisi hujan yang hampir terjadi setiap hari sempat membuat petani khawatir hasil panen mereka tidak bisa diserap.
Baca Juga: Bulog Jember Gandeng 13 Mitra Maklon Dryer, Kapasitas Pengering Gabah Capai 1.600 Ton
Namun, kebijakan Bulog yang tetap menerima gabah segar menjadi solusi bagi petani agar panen mereka tidak merugi.
“Dalam kondisi cuaca ekstrem hujan terus setiap hari, ternyata Bulog tetap memberi solusi bagi petani asalkan barangnya fresh, diterima,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember melalui juga telah menyampaikan permohonan kepada Perum Bulog Jember agar membantu penyerapan gabah petani.
Permohonan tersebut khususnya ditujukan untuk membantu petani yang terdampak cuaca ekstrem selama masa panen raya.
Baca Juga: Pemkab Jember Dukung Bulog Perkuat Serapan Gabah dan Jagung, Sukseskan Ketahanan Pangan 2026
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Jember M Ade Saputra mengatakan, pihaknya terus berupaya menyerap gabah hasil panen petani agar tidak terjadi penumpukan hasil panen di tingkat petani.
Namun, ia juga mengingatkan agar petani memperhatikan waktu panen demi menjaga kualitas gabah.
“Kami mengimbau petani untuk melakukan panen di atas pukul 9 pagi supaya kadar airnya bisa lebih rendah dan kualitas gabah tetap terjaga,” ujarnya. (kin)
Editor : Sidkin