Halojember - Tiga pesawat pengebom milik Amerika Serikat kembali mendarat di pangkalan udara Inggris di tengah meningkatnya konflik dengan Iran.
Pesawat jenis Boeing B-52 Stratofortress tersebut tiba di RAF Fairford setelah pemerintah Inggris memberi izin kepada Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya.
Tambahan tiga pesawat itu memperkuat armada militer AS yang kini ditempatkan di pangkalan tersebut.
Sebelumnya, satu pengebom Rockwell B-1 Lancer lebih dulu mendarat pada Jumat malam, disusul dua pesawat lain pada Sabtu.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan penggunaan pangkalan Inggris oleh militer AS hanya untuk kepentingan pertahanan.
Ia menegaskan pemerintahnya tidak mendukung upaya perubahan rezim melalui serangan udara.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas militer di RAF Fairford meningkat tajam. Amerika Serikat menempatkan sejumlah pesawat pengebom beratnya di pangkalan tersebut sebagai bagian dari operasi menghadapi Iran.
Pesawat B-52 yang baru tiba memiliki panjang sekitar 49 meter dan mampu meluncurkan rudal jarak jauh hingga lebih dari 2.400 kilometer.
Pesawat ini dioperasikan oleh lima awak dan mampu membawa berbagai jenis senjata dengan total muatan mencapai lebih dari 31 ton.
Meski pertama kali diterbangkan pada 1952, B-52 hingga kini masih menjadi salah satu tulang punggung kekuatan strategis Angkatan Udara Amerika Serikat.
Kemampuan jelajah jauh serta kapasitas muatan besar membuat pesawat ini tetap digunakan dalam berbagai operasi militer.
Awalnya, Starmer sempat menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam operasi gabungan bersama Israel terhadap Iran.
Penolakan tersebut bahkan sempat memicu perbedaan pendapat dengan Presiden AS Donald Trump.
Namun pada akhirnya pemerintah Inggris menyetujui permintaan tersebut dengan alasan pertahanan kolektif bagi negara-negara sekutu.
Menurut Starmer, pangkalan Inggris akan digunakan secara terbatas untuk menghancurkan fasilitas rudal Iran sebelum diluncurkan.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memanas sejak akhir Februari.
Serangan militer AS dan Israel terhadap Iran memicu balasan dari Teheran yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Beberapa negara yang memiliki pangkalan militer AS seperti Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, hingga Irak dilaporkan ikut terdampak ketegangan tersebut.
RAF Fairford sendiri merupakan salah satu pangkalan udara di Eropa yang dapat menampung pesawat pengebom strategis milik AS, termasuk B-1, B-52, hingga B-2.
Lokasinya yang lebih dekat ke Timur Tengah membuat operasi militer menjadi lebih efisien dibandingkan penerbangan langsung dari Amerika Serikat.
Di sisi lain, kedatangan pesawat pengebom tersebut juga menarik perhatian warga sekitar.
Banyak penggemar pesawat atau plane spotter mendatangi kawasan pangkalan untuk melihat langsung pesawat militer tersebut.
Polisi setempat bahkan harus menutup beberapa ruas jalan di sekitar pangkalan karena banyak kendaraan parkir di pinggir jalan.
Petugas meminta masyarakat yang datang untuk tetap mematuhi aturan parkir demi menjaga keselamatan warga dan personel militer di lokasi.(yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi