JEMBER, Halojember — Kematian Abdul Wafi bukan kejadian yang sulit dijelaskan. Tapi juga bukan kejadian yang mudah diterima.
Kapolsek Jelbuk AKP Brisan Iman Nulla turun langsung ke lokasi dan merekonstruksi bagaimana seorang warga yang hanya berniat mencari pakan ternak bisa pulang dalam keadaan tidak bernyawa.
Pagi itu, Abdul Wafi, 31 tahun, memanjat pohon randu seperti biasanya.
Di atas sana, ia mulai merempes ranting untuk diambil daunnya.
Baca Juga: Cari Pakan Ternak, Warga Jelbuk Jember Ini Tewas Tersengat Listrik di Atas Pohon Randu
Yang tidak ia sadari, jaringan listrik tegangan tinggi melintang tepat di atasnya.
Dahan yang terpotong jatuh. Menyentuh kabel. Dan arus listrik mengalir ke tubuhnya dalam sekejap.
"Saat korban merempes ranting pohon randu, bagian pohon menempel jaringan listrik tegangan tinggi. Tanpa disadari, dahan yang jatuh menyentuh kabel dan arus listrik mengalir ke tubuh korban," jelas Brisan.
Mengevakuasi korban bukan perkara cepat.
Jaringan listrik harus dipadamkan terlebih dahulu.
Posisi korban yang tergantung di atas pohon dengan kondisi kepala di bagian bawah membuat petugas dan warga harus bekerja ekstra hati-hati.
"Evakuasi memerlukan waktu cukup lama karena posisi korban tergantung dan kami harus benar-benar berhati-hati," ujarnya.
Setelah berhasil diturunkan, jasad Abdul Wafi dibawa ke Puskesmas Jelbuk.
Keluarga pun membuat surat pernyataan, jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan.
"Korban meninggal di atas pohon randu akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi," pungkas Brisan. (jum/kin)
Editor : Sidkin