Berdasarkan laporan terbaru, Iran mengerahkan senjata dengan teknologi terkini yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara terkuat sekalipun, termasuk Iron Dome dan Arrow-3.
Baca Juga: Tiga Permintaan Iran untuk Akhiri Perang dengan AS-Israel setelah Iran di Atas Angin
Jarak Tempuh Terjauh dan Kecepatan
Rudal-rudal Iran, khususnya yang berbasis pada pengembangan Khorramshahr-4 (Kheibar) dan rudal hipersonik Fattah, mampu menjangkau sasaran sejauh 2.000 kilometer.
Jarak ini mencakup seluruh wilayah Israel dari titik peluncuran di Iran.
Yang mengejutkan analis pertahanan adalah kecepatan rudal tersebut.
Rudal hipersonik Fattah diklaim melaju dengan kecepatan sekitar 10.000 mil hingga lebih dari 16.000 km/jam (sekitar 15 kali kecepatan suara).
Baca Juga: Kapan Perang Iran vs Israel-AS Akan Berakhir? Ini Jawabannya
Dengan kecepatan ekstrem ini, rudal Iran hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 12 menit untuk mencapai target di Israel sejak diluncurkan.
Berat dan Daya Ledak
Iran menargetkan Israel dengan rudal yang memiliki daya hancur masif. Rudal balistik Kheibar dikabarkan membawa hulu ledak (payload) seberat 1.500 kg atau 1,5 ton.
Komandan militer Iran menegaskan penggunaan stok rudal dengan hulu ledak minimal 1 ton untuk memastikan kerusakan maksimal pada target militer.
Rudal-rudal ini dirancang untuk menghancurkan infrastruktur strategis dengan presisi tinggi.
Ancaman Serius
Kemampuan Iran meluncurkan rudal dengan kecepatan hipersonik dan hulu ledak berat ini membuat sistem pertahanan Israel dalam status siaga tertinggi.
Laporan menunjukkan beberapa rudal berhasil melewati pertahanan udara dan menghantam area yang ditargetkan dalam serangan balasan, memicu kekhawatiran eskalasi perang yang lebih luas di kawasan tersebut.
Editor : Hariri HJ