Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kiamat Ekonomi Mengintai! Trump Ancam Ratakan Seluruh Infrastruktur Iran Besok Pagi, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih

Yulio Faruq Akhmadi • Selasa, 7 April 2026 | 13:17 WIB
 Cars drive near an anti-U.S. bilboard, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Tehran, Iran, April 5, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS Purchase Licensing Rights
Cars drive near an anti-U.S. bilboard, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Tehran, Iran, April 5, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS Purchase Licensing Rights

Halo Jember – Ketegangan di Timur Tengah resmi memasuki fase paling kritis setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman perang total terhadap Iran.

Trump secara terang-terangan memberikan deadline hingga Rabu tengah malam waktu AS agar Iran menyetujui tuntutannya atau menghadapi kehancuran total.

Jika kesepakatan gagal, Trump bersumpah akan menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran dalam satu malam saja.

"Seluruh negara bisa musnah dalam semalam, dan malam itu mungkin adalah besok malam," tegas Trump dalam pernyataan yang mengguncang dunia.

Situasi di lapangan pun kian membara setelah militer Israel melaporkan telah merampungkan gelombang serangan udara ke infrastruktur pemerintah di Teheran.

Iran membalas dengan meluncurkan rentetan rudal balistik, di mana beberapa di 

antaranya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.

Eskalasi ini dipicu oleh penolakan keras Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital yang memasok seperlima kebutuhan minyak bumi dunia.

Iran juga menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, dan justru mengajukan 10 syarat berat termasuk pencabutan total sanksi internasional.

Akibat kebuntuan ini, harga minyak mentah dunia langsung melonjak tajam hingga menyentuh angka 110 dolar AS per barel.

Dunia kini dilanda kekhawatiran inflasi hebat jika jalur perdagangan energi di Selat Hormuz tetap lumpuh akibat blokade Iran.

Di dalam negeri Iran sendiri, seruan untuk membentuk "rantai manusia" di berbagai pembangkit listrik mulai bermunculan guna menghalau serangan AS.

Utusan Iran untuk PBB mengecam ancaman Trump sebagai bukti nyata niat untuk melakukan kejahatan perang di bawah hukum internasional.

Konflik yang pecah sejak akhir Februari 2026 ini telah menelan ribuan korban jiwa, termasuk tentara Amerika dan warga sipil di berbagai wilayah.

Trump kini berada di ujung tanduk politik karena Iran terbukti menjadi lawan yang jauh lebih tangguh daripada yang ia prediksi sebelumnya.

Publik dunia kini hanya bisa menanti dengan cemas, apakah diplomasi menit terakhir mampu mencegah "malam penghancuran" yang dijanjikan sang Presiden AS.

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#amerika #iran #israel