Halo Jember – Kabar mengejutkan datang dari jantung kekuasaan Teheran mengenai kondisi kesehatan sosok paling berpengaruh, Mojtaba Khamenei.
Putra dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan jatuh pingsan dan kini dalam kondisi tak sadarkan diri.
Kabar ini langsung memicu spekulasi liar di kalangan diplomatik internasional mengenai stabilitas politik di dalam negeri Iran.
Mojtaba selama ini disebut-sebut sebagai calon tunggal terkuat yang akan mewarisi takhta kepemimpinan tertinggi di Republik Islam tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak medis maupun pemerintah Iran terkait penyebab pasti jatuhnya kondisi kesehatan Mojtaba.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa tim dokter kepresidenan telah dikerahkan secara rahasia untuk menangani kondisi darurat ini.
Kondisi kritis Mojtaba terjadi di saat yang sangat tidak tepat, yakni ketika Iran sedang menghadapi ancaman perang terbuka dengan Amerika Serikat.
Jika kondisi Mojtaba terus memburuk, hal ini diprediksi akan menciptakan kekosongan kekuasaan yang sangat berbahaya di lingkaran elit Iran.
Banyak analis menilai bahwa sosok Mojtaba adalah pemegang kendali strategis di balik layar, terutama dalam koordinasi militer dan intelijen.
Kejatuhan kesehatannya bisa memicu perebutan pengaruh di antara faksi-faksi garis keras yang ada di dalam pemerintahan Teheran.
Dunia internasional kini memantau dengan sangat ketat setiap perkembangan informasi yang keluar dari rumah sakit militer di Teheran.
Apalagi, transparansi mengenai kesehatan keluarga pemimpin tertinggi biasanya sangat tertutup dan dijaga ketat oleh pasukan elit Garda Revolusi.
Ketidakpastian ini dikhawatirkan akan mempengaruhi moral pasukan Iran yang saat ini sedang siaga penuh menghadapi serangan balasan Israel.
Publik di Iran sendiri mulai diliputi kecemasan, mengingat peran vital keluarga Khamenei dalam menjaga integrasi politik negara tersebut.
Kini, semua mata tertuju pada Teheran, menanti apakah akan ada pengumuman resmi atau justru perubahan drastis dalam struktur kepemimpinan mereka.