HALOJEMBER - Secara teknis di lapangan, rukun haji tersebut masuk dalam rangkaian tahapan berikut (khususnya Haji Tamattu' yang umum dilakukan jemaah Indonesia):
1. Niat Ihram Haji (8 Zulhijah): Jemaah mengenakan pakaian ihram kembali dan berniat haji dari tempat penginapan di Makkah (karena sebelumnya sudah umrah wajib).
2. Wukuf di Arafah (9 Zulhijah): Puncak ritual, berdiam diri, berdoa, dan berzikir dari Zuhur hingga Magrib.
Baca Juga: Kisah Haru Latifa, Remaja 15 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda 2026 Gantikan Orang Tua
3. Mabit di Muzdalifah (Malam 10 Zulhijah): Setelah wukuf, jemaah menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) dan mengumpulkan batu kerikil.
4. Melempar Jamrah Aqabah (10 Zulhijah): Jemaah menuju Mina untuk melempar tujuh kerikil pada Jamrah Aqabah.
5. Tahallul Awal (10 Zulhijah): Mencukur rambut setelah melempar jamrah. Setelah ini, sebagian larangan ihram dibolehkan.
6. Tawaf Ifadah & Sa'i (Setelah 10 Zulhijah): Jemaah menuju Makkah untuk melakukan Tawaf Ifadah dan Sa'i Haji.
7. Tahallul Tsani (Kedua): Setelah tawaf dan sa'i selesai, seluruh larangan ihram gugur.
8. Mabit di Mina & Lontar Jamrah (11-13 Zulhijah): Jemaah menginap di Mina selama hari Tasyrik dan melempar tiga jamrah (Ula, Wustha, Aqabah) setiap harinya.
9. Tawaf Wada' (Perpisahan): Tawaf terakhir sebelum meninggalkan Makkah kembali ke Tanah Air.
Editor : Hariri HJ