Halojember – Puluhan mahasiswa Universitas Jember tidak hanya belajar soal nasionalisme di dalam kelas. Kamis (7/5), mereka diajak mengenal keberagaman budaya Indonesia melalui kuliner tradisional khas Madura.
Sebanyak 50 mahasiswa kelas Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mengikuti program “Nusantara Kreatif” yang digelar Rumah Edukasi Creative bekerja sama dengan Komunitas Kuliner Nusantara Jember.
Kegiatan berlangsung di rumah pelaku usaha kuliner Madura di kawasan Jalan Teuku Umar, Tegal Besar, Jember. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dikenalkan langsung dengan proses memasak soto bening khas Pamekasan, Madura.
Tidak sekadar mencicipi makanan, para mahasiswa juga ikut melihat proses pengolahan kuliner tradisional yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.
Kuliner Dinilai Jadi Perekat Keberagaman
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Jember, Dwi Handarsisasi.
Ia menilai kuliner Nusantara bukan hanya soal makanan, tetapi bagian dari warisan budaya yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Kuliner Nusantara merupakan warisan turun-temurun yang mencerminkan identitas suku, budaya, dan etnis di Indonesia. Ini bisa dinikmati bersama dan menjadi perekat kebersamaan,” ujarnya.
Baca Juga: Jenis Oleh-Oleh di Madinah yang Bisa Dibeli Jamaah Haji
Menurutnya, generasi muda perlu dikenalkan pada kuliner daerah agar sejarah lokal dan budaya tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mengapresiasi konsep pembelajaran yang dinilai lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa.
“Kegiatan seperti ini menarik karena anak muda tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengenal budaya Indonesia dari dekat,” katanya.
Belajar Wawasan Nusantara Tidak Cukup di Kelas
Dosen pendamping kegiatan, Katrina Leba, menjelaskan bahwa pembelajaran wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan melalui teori di ruang kuliah.
Menurutnya, pendekatan langsung melalui budaya dan kuliner membuat mahasiswa lebih mudah memahami makna keberagaman Indonesia.
“Kuliner bukan sekadar makanan. Di dalamnya ada sejarah, nilai sosial, dan identitas budaya masyarakat,” jelasnya.
Ia menyebut kunjungan ke sentra kuliner Madura menjadi bentuk pembelajaran kontekstual agar mahasiswa memahami bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan persatuan bangsa.
Baca Juga: Belajar Nasionalisme Lewat Soto Madura, Mahasiswa Unej Turun Langsung ke Dapur Kuliner Tradisional
Melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha kuliner, mahasiswa juga diajak memahami bahwa budaya lokal memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai kebangsaan.
Kampanye Kuliner Nusantara untuk Generasi Muda
Direktur Rumah Edukasi Creative menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi kuliner tradisional di tengah gempuran budaya modern.
Menurutnya, generasi muda saat ini menjadi kelompok paling efektif untuk memperkenalkan budaya Nusantara karena aktif di media sosial dan dekat dengan perkembangan teknologi.
Program Nusantara Kreatif sendiri disebut sebagai bagian dari kampanye pengenalan kuliner Nusantara kepada kalangan muda.
Selain memperkenalkan makanan tradisional, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme melalui budaya lokal.
Baca Juga: Rumahku Adalah Ibu, Puisi Karya Aicha Firza Muflihah, Siswa Kelas IX SMP Plus Al-Ishlah Bondowoso
Dengan konsep belajar langsung di lapangan, peserta diharapkan tidak hanya mengenal cita rasa makanan daerah, tetapi juga memahami nilai persatuan yang terkandung di dalam keberagaman budaya Indonesia.(yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi