WASPADA: Bahaya Cacing Hati pada Sapi dan Cara Mencegahnya Saat Hari Raya Idul Adha

Hariri HJ • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi gambar pembagian daging kurban saat Hari Raya Idul Adha. (nurhariri/ai/halojember)
Ilustrasi gambar pembagian daging kurban saat Hari Raya Idul Adha. (nurhariri/ai/halojember)

HALOJEMBER – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit cacing hati (Fascioliasis) yang sering ditemukan pada hewan ternak seperti sapi dan kambing.

Penyakit yang disebabkan oleh parasit Fasciola hepatica atau Fasciola gigantica ini tidak hanya merugikan peternak secara ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan konsumen jika hati yang terinfeksi tidak sengaja dikonsumsi.

Dinas Peternakan mengingatkan bahwa infeksi cacing hati pada hewan sering kali tidak memunculkan gejala klinis yang jelas dari luar (kondisi fisik sapi terlihat sehat). Oleh karena itu, pemeriksaan pascamati (post-mortem) saat penyembelihan menjadi kunci utama untuk mendeteksi parasit ini.

Baca Juga: Kurbankan Sapi Kembar, Heboh dan Jadi Tontonan Warga di Sumbersari Jember Jawa Timur

Bahaya Cacing Hati (Fascioliasis)

·         Bagi Hewan Ternak: Merusak jaringan hati, menyebabkan anemia, menurunkan berat badan drastis, hingga memicu kematian pada infeksi berat.

·         Bagi Manusia: Bersifat zoonosis (menular dari hewan ke manusia). Jika manusia memakan hati sapi mentah/setengah matang yang mengandung larva, parasit dapat bermigrasi ke saluran empedu manusia dan menyebabkan radang hati akut, mual, demam, hingga penyumbatan empedu.

·         Kualitas Daging: Menurunkan nilai gizi dan estetika organ hati, sehingga hati yang terinfeksi wajib dibuang dan tidak boleh diedarkan.

Ciri-Ciri Hati Sapi yang Terinfeksi

Masyarakat dan panitia kurban wajib mengenali visual organ hati yang tidak sehat:

·         Tekstur Keras: Permukaan hati terasa keras atau kaku saat diraba.

·         Warna Pucat/Sakit: Berwarna kekuningan atau memiliki bercak putih.

·         Saluran Empedu Membesar: Saluran empedu tampak menebal dan berwarna putih kapur.

·         Cacing Keluar: Saat hati disayat, akan keluar cacing pipih berbentuk seperti daun berwarna cokelat keabuan dengan panjang 2–3 cm.

 Baca Juga: Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau

Cara Mengatasi dan Mencegah (Agar Masyarakat Tidak Jadi Korban)

Pencegahan harus dilakukan dari hulu (peternakan) hingga hilir (konsumen rumah tangga).

1. Bagi Peternak (Penanganan pada Sapi Hidup)

·         Pemberian Obat Cacing Berkala: Berikan obat cacing (antelmintik) khusus seperti Albendazole atau Triclabendazole setiap 3–4 bulan sekali.

·         Manajemen Pakan: Hindari memberikan rumput yang diambil dari area basah/rawa pada pagi hari, karena larva cacing biasanya menempel pada rumput basah bersama siput air (inang perantara).

·         Sanitasi Kandang: Jaga kandang tetap kering dan bersihkan kotoran sapi secara rutin agar telur cacing tidak mencemari lingkungan.

2. Bagi Panitia Penyembelihan (Kurban/RPH)

·         Sediakan Pisau Khusus: Gunakan pisau bersih dan berbeda untuk menyayat hati saat pemeriksaan.

·         Metode Afkir (Pemusnahan):

o    Jika infeksi ringan (hanya di ujung hati), potong dan buang bagian yang cacingan, bagian yang sehat sisanya boleh dikonsumsi.

o    Jika infeksi berat (merata di seluruh hati), segera kubur atau bakar seluruh organ hati tersebut. Jangan dibagikan kepada warga!

Baca Juga: Legislator PKB Gus Rivqy Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember, Disembelih di PAC hingga Pondok Pesantren

3. Bagi Konsumen (Masyarakat Umum)

·         Pilah Sebelum Memasak: Periksa kembali hati sapi yang diterima dari pasar atau tempat kurban. Pastikan tidak ada bentukan pipih seperti daun di dalamnya.

·         Masak Hingga Matang Sempurna: Rebus hati dan daging sapi pada suhu minimal 70°C selama beberapa menit. Jangan mengonsumsi hati dalam kondisi setengah matang (rare atau medium rare).

·         Cuci Bersih Sayuran: Jika Anda menanam sayuran di dekat area peternakan, cuci bersih dengan air mengalir atau masak sayuran tersebut, karena larva cacing hati juga bisa menempel pada tanaman air (seperti selada air atau kangkung).

Editor : Hariri HJ
Hari Raya Idul Adha WASPADA: Bahaya Cacing Hati pada Sapi Cara Mencegahnya