Halo Jember – Aktivitas mencuci pakaian yang biasa dilakukan di rumah menjadi pengalaman berkesan bagi Regar Jeane Dealen Nangka, jamaah Kloter 97 Jember dari KBIHU Al Ghazalie.
Di sela pelaksanaan ibadah haji, dia merasakan langsung bagaimana jamaah harus berbagi fasilitas mesin cuci dan jemuran dengan ratusan orang lainnya.
Regar mengaku sejak berangkat ke Tanah Suci dirinya dan sang istri membawa pakaian secukupnya. Keterbatasan kapasitas koper membuat mereka harus mengatur penggunaan pakaian selama berada di Makkah.
"Saat berhaji, kami benar-benar belajar hidup seperlunya. Dengan bawaan yang terbatas, urusan pakaian harus dihemat sebaik mungkin," ujarnya.
Setelah kondisi fisik mulai pulih usai menjalani umrah wajib hingga puncak haji, Regar dan istrinya memutuskan mencuci pakaian di fasilitas yang disediakan Hotel Emmar Al Jawhara, kawasan Ar Rawdah, Makkah.
Belasan potong pakaian, termasuk kain ihram yang telah digunakan sejak keberangkatan dari Indonesia, dibawa ke lantai pelayanan tempat mesin cuci berada.
Namun, persoalan pertama yang ditemui bukanlah mesin cuci. Justru ketersediaan tempat menjemur menjadi tantangan tersendiri. "PR pertama ternyata bukan mesin cucinya, tapi jemurannya. Karena tidak mungkin habis mencuci lalu bajunya tidak dijemur," katanya.
Beruntung, saat tiba di lokasi masih ada satu bentangan tali jemuran yang kosong. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan. "Kami langsung bergerak cepat sebelum rezeki jemuran itu diambil orang lain," tuturnya.
Di ruang cuci yang ramai jamaah, Regar sempat hendak menggunakan salah satu mesin. Namun, seorang jamaah lain mengingatkan bahwa mesin tersebut sedang rusak.
Tak lama kemudian, jamaah lain yang baru selesai mencuci menawarkan mesinnya untuk digunakan. "MasyaAllah, di tanah suci bantuan kadang datang dari orang yang bahkan belum pernah dikenali sebelumnya," ungkap Kepala Diskominfo Jember itu.
Menurutnya, sikap saling membantu antarjamaah menjadi pemandangan yang kerap ditemui selama berada di Makkah. Keesokan harinya, Regar dan istrinya kembali ke lokasi untuk mengambil pakaian yang dijemur.
Seluruh pakaian telah kering meski sebelumnya ditumpuk pada satu bentangan tali. "Haji memang bukan hanya tentang ibadah besar. Kadang ia hadir lewat hal-hal kecil, tentang antre mesin cuci, berbagi jemuran, saling membantu dengan orang asing, dan belajar hidup sederhana bersama pasangan di hadapan Allah," pungkasnya. (dhi/dwi/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi