LUMAJANG, Halo Jember - Implementasi ketahanan pangan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang, Jawa Timur, terus dimaksimalkan.
Melalui pemanfaatan lahan yang ada, para warga binaan pemasyarakatan (WBP) kini diberdayakan dalam sektor peternakan hingga pertanian produktif.
Di Lapas Lumajang, lahan seluas 250 meter persegi disulap menjadi kandang peternakan ayam petelur, kolam budidaya ikan lele, hingga ladang sayuran.
Baca Juga: Sesak, Banyak Napi di Lapas Jember yang Dipindah ke Penjara Lain
Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang Agus Salim mengatakan, saat ini ada sebanyak 100 ekor ayam petelur, serta kolam lele dengan daya tampung sampai 13 ribu ekor, hingga ladang yang bisa ditanami berbagai jenis sayuran.
“Hasil panen yang didapat itu dari 100 ayam yang kita miliki bisa sampai 5 kilogram per hari. Kalau lele rata-rata 13 ribu ekor sekali panen. Hasilnya itu dipakai untuk kebutuhan dapur bagi warga binaan,” katanya.
Agus berharap program ketahanan pangan di Lapas Lumajang bisa terus dikembangkan. Baik dari segi lahan yang lebih luas maupun serapan warga binaan yang memenuhi syarat untuk melaksanakan kegiatan kemandirian.
Baca Juga: Napi Lapas Jember Dibekali Teknik Pengelasan dari SMKN 2 Jember
“Tentu jika punya lahan lebih luas, maka kami bisa menyerap warga binaan dalam program ketahanan pangan lebih banyak,” ungkapnya. (son/dwi)
Editor : Sidkin