Siswi SD yang Sempat Dilaporkan Hilang di Semboro Jember Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

Sidkin • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:13 WIB
Polisi dan warga mengevakuasi jenazah bocah yang sempat dinyatakan hilang di Semboro Jember. (Polsek Semboro)
Polisi dan warga mengevakuasi jenazah bocah yang sempat dinyatakan hilang di Semboro Jember. (Polsek Semboro)

 

JEMBER, Halojember – Pencarian terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) yang dilaporkan hilang di Kecamatan Semboro berakhir duka. Setelah sempat dicari sejak Minggu (26/7/2026), korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai kawasan persawahan, Selasa (28/7/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Silvia Ramadani (11), siswi kelas V SD asal Dusun Pucu'an, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di aliran sungai yang melintas di Dusun Krajan, Desa Rejoagung.

Penemuan jenazah bermula ketika seorang petani yang sedang membajak sekaligus mengairi sawah melihat sesosok tubuh mengapung dalam posisi tengkurap. Korban saat itu masih mengenakan pakaian.

Mengetahui hal tersebut, saksi segera melaporkannya kepada perangkat desa. Informasi itu kemudian diteruskan ke Polsek Semboro dan petugas kesehatan dari Puskesmas Semboro yang langsung mendatangi lokasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas memastikan korban telah meninggal dunia. Polisi kemudian mencocokkan identitas korban dengan laporan anak hilang yang diterima SPKT Polsek Semboro pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat dilaporkan hilang, Silvia disebut mengenakan kaus olahraga berwarna oranye bertuliskan SDN Sidomulyo 01 Kecamatan Semboro serta bawahan panjang berwarna hitam. Ciri-ciri tersebut sesuai dengan kondisi korban yang ditemukan di lokasi.

Keluarga korban kemudian datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan identitas jenazah. Setelah dilakukan pengecekan, pihak keluarga membenarkan bahwa korban adalah Silvia yang sehari sebelumnya dilaporkan hilang.

Petugas Polsek Semboro bersama tim medis selanjutnya melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta mengevakuasi jenazah. Polisi juga melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.

Ayah korban, Yoyon Hermanto, menyatakan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diserahkan kepada kepolisian.

Kapolsek Semboro AKP M. Na'i mengatakan, penemuan jasad bermula saat seorang petani yang sedang membajak sekaligus mengairi sawah melihat sesosok tubuh mengapung dalam kondisi tengkurap. Korban saat itu masih mengenakan pakaian.

"Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa, yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Semboro dan petugas kesehatan Puskesmas Semboro," ujarnya.

Kepolisian, lanjutnya, telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, hingga melaporkan hasil penanganan awal kepada Polres Jember.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi serta penyebab meninggalnya siswi tersebut. (jum/kin)

Editor : Sidkin
bocah hilang aliran sawah meninggal dunia jember semboro