Radar Jember – PT Mitratani Dua Tujuh menandai hari jadinya yang ke-31 dengan menggelar tasyakuran sekaligus meluncurkan sejumlah program strategis, Senin (27/7).
Selain melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Haritz, perusahaan juga meluncurkan tata nilai perusahaan bertajuk Go Fresh, memberikan penghargaan kepada petani mitra berprestasi, serta menyerahkan santunan kepada 31 anak yatim.
Direktur PT Mitratani Dua Tujuh, Yogi Subaktyana mengatakan, selama tiga dekade lebih perusahaan terus berkembang hingga produk edamame dan okra sukses menembus pasar di lima benua. Menurutnya, capaian tersebut harus dijaga dengan memperkuat budaya kerja dan terus berinovasi di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.
"Tantangan ke depan tidak semakin ringan. Regulasi terus berubah, harga BBM naik, pupuk semakin mahal, sehingga kita harus terus berinovasi agar tetap kompetitif," ujarnya.
Go Fresh Jadi Kompas Baru Budaya Kerja Mitratani
Pada momentum HUT ke-31 ini, Mitratani Dua Tujuh meluncurkan tata nilai perusahaan bertajuk Go Fresh yang menjadi pedoman seluruh insan perusahaan. Go Fresh merupakan akronim dari Good, Opportunity, Fundamental Excellence, Resilience & Reliability, Efficient, Strategic Innovation, dan High Quality Standard.
Yogi mengatakan, nilai-nilai tersebut menjadi kompas bagi seluruh karyawan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Melalui internalisasi Go Fresh, seluruh insan Mitratani diharapkan memiliki kesamaan cara pandang dan etos kerja untuk mewujudkan perusahaan sebagai produsen agribisnis beku dan segar yang unggul, berdaya saing global, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, berbagai inovasi juga terus dilakukan, mulai dari efisiensi penggunaan bahan bakar, pemanfaatan pupuk dan pestisida organik, digitalisasi sistem kemitraan, hingga penyempurnaan pola budidaya agar perusahaan tetap mampu bersaing dengan produsen dari Tiongkok, Taiwan, Vietnam, dan Thailand.
Bangun Masjid Al Haritz, Wujudkan Impian Lama Karyawan
Selain berorientasi pada penguatan bisnis, Mitratani juga memperkuat aspek spiritual melalui peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Haritz di lingkungan perusahaan. Pembangunan rumah ibadah tersebut menjadi impian yang telah lama dinantikan keluarga besar Mitratani.
Yogi berharap Masjid Al Haritz tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi pusat ibadah yang dimakmurkan oleh seluruh karyawan. Menurutnya, kemajuan perusahaan juga harus diiringi dengan meningkatnya nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.
"Masjid ini jangan hanya dibangun, tetapi juga harus dimakmurkan. Mudah-mudahan kalau masjidnya makmur, perusahaan juga makmur. Sehingga memberi manfaat bagi petani, karyawan, dan masyarakat," katanya.
Apresiasi Petani dan Karyawan Berprestasi
Sebagai bentuk penghargaan kepada petani mitra terbaik dan paling produktif, Mitratani Dua Tujuh menyerahkan berbagai hadiah mulai telepon genggam, televisi, kulkas, hingga traktor yang diharapkan mampu menunjang produktivitas pertanian. Penghargaan diberikan kepada petani yang dinilai konsisten menjaga kualitas hasil panen sesuai standar ekspor.
Perwakilan petani mitra asal Lumajang, Eko Suprayitno, mengatakan kemitraan dengan PT Mitratani Dua Tujuh tidak hanya memberikan kepastian pasar, tetapi juga mendorong petani terus berkembang menghasilkan komoditas berkualitas internasional.
"Kerja sama dengan Mitratani Dua Tujuh bukan sekadar hubungan perusahaan dengan pemasok hasil panen, tetapi telah berkembang menjadi kemitraan yang dilandasi saling percaya dan saling mendukung," ujarnya.
Apresiasi juga diberikan kepada sumber daya manusia di lingkungan perusahaan. Mitratani menyiapkan program umrah bagi karyawan terbaik yang dijadwalkan mulai diberangkatkan pada September mendatang melalui proses seleksi. Selain itu, perusahaan turut memberikan penghargaan kepada pemenang lomba foto dan video internal sebagai upaya mendorong kreativitas sekaligus memperkuat promosi perusahaan melalui media digital. (ika/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi