Merindukan Dewan Pendidikan Jember, Opini oleh Sukidin

Sidkin • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Sukidin
Sukidin

 

 

Halojember - Dinamika dunia pendidikan akan selalu menjadi fenomena menarik untuk dibahas. Akhir-akhir ini isu tentang akses pendidikan untuk semua dan mutu pendidikan tengah menjadi sorotan publik. Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan peran semua pihak, seperti sekolah, dinas  pendidikan, orang tua siswa, komite sekolah, pemerintah daerah dan masyarakat. Namun di Jember masih ada satu lembaga yang terasa hilang yaitu Dewan Pendidikan.

Dewan Pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mengawal dan menjamin akses dan mutu pendidikan, seolah tenggelam ditelan bumi. Dalam menghadapi situasi dan kondisi permasalahan pendidikan yang semakin kompleks, maka perlu dihadirkan kembali eksistensi Dewan Pendidikan di Jember. 

Kehadiran Dewan Pendidikan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam penyusunan arah kebijakan pendidikan, mengawasi pelaksanaan program pendidikan, dan keberpihakan pada spirit pemerataan dan mutu pendidikan di masyarakat. Di tengah terpaan gelombang persoalan pendidikan yang terus berkembang, masyarakat membutuhkan sebuah lembaga yang tidak hanya hadir dalam struktur pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi penyambung aspirasi, pengawal kebijakan, dan penjaga kepentingan publik dalam penyelenggaraan pendidikan.

Merindukan Dewan Pendidikan Jember bukan berarti mengabaikan kontribusi kerja pemangku kepentingan pendidikan yang selama ini telah  melaksanakan program pendidikan. Kerinduan ini lahir dari harapan agar Dewan Pendidikan memainkan peran strategisnya. Pengelolaan pendidikan terlalu penting bila  hanya menjadi urusan birokrasi, seremoni, atau pergantian kebijakan secara periodik.

Pendidikan itu menyangkut kepentingan kolektif, yang menyangkut moral hazard seluruh masyarakat. Di dalamnya ada masa depan murid, harapan orang tua, pengabdian guru, serta harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih berperadaban dan sejahtera. Dalam pengelolaannya bidang pendidikan membutuhkan ruang partisipasi publik yang sehat, egaliter, kritis, dan berkelanjutan.

Peran tersebut hanya bisa dilakukan melalui kehadiran Dewan Pendidikan. Sudah saatnya Jember menghidupkan kembali institusi Dewan Pendidikan, sehingga arah pendidikan dapat terarah dan terkontrol sesuai dengan visi-misi pendidikan Kabupaten Jember yang berorientasi pembaharuan dan kemajuan.

Kabupaten Jember memiliki pekerjaan rumah yang tidak sederhana dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan merata. Dokumen RPJMD Kabupaten Jember Tahun 2025–2029 mencatat bahwa, Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 13,50 tahun, sedangkan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk berusia 25 tahun ke atas baru 6,54 %. Artinya, harapan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang panjang belum sepenuhnya tercermin dalam pengalaman pendidikan penduduk dewasa.

Angka ini menjadi pengingat bahwa memperluas harapan harus berjalan paralel dengan memperkuat akses, keberlanjutan, dan mutu pendidikan. Persoalan pemerataan mutu juga tampak pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sampai tahun 2026. Optimalisasi pelibatan sekolah swasta dan perhatian terhadap sekolah pinggiran menjadi salah satu upaya mendesak untuk mengurangi ketimpangan persebaran dan akses murid untuk memperoleh pendidikan. 

Dari kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pendidikan tidak cukup diselesaikan melalui prosedur penerimaan murid. Ada pekerjaan yang lebih mendasar, yakni memastikan setiap sekolah memiliki kualitas pembelajaran yang layak. Pilihan orang tua tidak semata-mata bertumpu pada status akreditasi, katagori sekolah favorit atau lokasi sekolah karena kualitas sekolah dibuat merata.

Di sinilah Dewan Pendidikan dapat mengambil peran. Kehadiran Dewan Pendidikan diperlukan sebagai ruang yang mempertemukan pengalaman guru, aspirasi orang tua, kebutuhan murid, pemikiran akademisi, dan pertimbangan pemerintah. Peran Dewan Pendidikan bukan untuk mengambil alih tugas Dinas Pendidikan, melainkan untuk memberikan masukan, pertimbangan, dan pengawasan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dewan Pendidikan perlu membangun tradisi kerja yang terbuka dan berbasis data. Kunjungan ke sekolah, komite sekolah, dialog dengan guru, pertemuan bersama orang tua, serta penyerapan aspirasi dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa menjadi bagian dari kerja nyata Dewan Pendidikan. Persoalan pendidikan tidak bukan hanya diukur dari laporan administratif. Ada sekolah yang membutuhkan perbaikan ruang belajar, guru yang memerlukan dukungan pengembangan kompetensi, dan keluarga yang menghadapi hambatan ekonomi untuk memastikan anaknya tetap bisa bersekolah.

Dewan Pendidikan juga perlu berani menyampaikan kritik secara objektif dan faktual. Ketika kebijakan sudah tepat, dukungan patut diberikan. Namun bila terdapat kekurangan dan hambatan, koreksi perlu disampaikan dengan argumentasi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Independensi ini membuat kehadiran Dewan Pendidikan bermakna. Dewan Pendidikan dapat berkontribusi dengan mendorong transparansi sebagai prioritas, memantau pemerataan untuk semua, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan riil sekolah.

Merindukan Dewan Pendidikan Jember adalah merindukan hadirnya lembaga yang membuat masyarakat merasa memiliki tambatan untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan. Lembaga yang tidak hanya muncul ketika ada agenda resmi atau seremoni, tetapi juga hadir ketika sekolah menghadapi persoalan. Lembaga yang tidak sekadar menyampaikan pendapat dan kritik, tetapi juga mampu merumuskan rekomendasi dan mengawal tindak lanjutnya.

Dalam menjamin keberlanjutan tugas dan fungsinya Dewan Pendidikan dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, DPRD, sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan orang tua. Kolaborasi ini dibutuhkan untuk  menjaga agar ruang aspirasi masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan. Di sinilah hakekat peran Dewan Pendidikan yang dirindukan.

Jember membutuhkan pendidikan yang tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin adil dalam memberikan kesempatan pada semua, semakin baik dalam mutu pembelajaran, dan semakin aman bagi tumbuh kembang anak. Untuk mewujudkannya, Dewan Pendidikan harus menjadi bagian dari solusi yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan.

Kerinduan ini bukanlah ajakan pada romantisme masa lalu, melainkan difokuskan pada dorongan untuk melangkah ke depan. Setelah pembentukan dan pelantikan, pekerjaan sesungguhnya justru sedang dinanti. Masyarakat menantikan gagasan, keberanian, keterbukaan, serta keberpihakan yang nyata dari Dewan Pendidikan untuk kemajuan pendidikan di Jember. Selamat datang Dewan Pendidikan Jember, kami merindukan kehadiranmu.

 

*) Penulis adalah pemerhati pendidikan FKIP Universitas Jember.

Editor : Sidkin
Dewan Pendidikan kemajuan pendidikan jember spmb