Halojember – Jemaah haji Indonesia yang berada di Makkah perlu memahami sistem layanan bus sholawat agar mobilitas menuju Masjidil Haram berjalan lancar.
Pada musim haji 2026, pemerintah menyiapkan 21 rute bus sholawat yang melayani perjalanan jemaah dari kawasan pemondokan menuju tiga titik utama di sekitar Masjidil Haram.
Tiga titik pemberhentian utama itu meliputi Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Baca Juga: Bus Sholawat Haji 2026: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya di Makkah
Setiap armada dilengkapi kode warna serta nomor rute yang disesuaikan dengan sektor hotel jemaah.
Penanda ini penting diperhatikan agar jemaah tidak salah naik bus saat berangkat maupun kembali ke hotel.
Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Syarif Rahman menjelaskan, seluruh jemaah wajib membawa kartu panduan rute yang telah dibagikan petugas.
Baca Juga: 452 Bus Sholawat Siaga 24 Jam, Layani 21 Rute Jemaah Haji Indonesia
Kartu tersebut berisi informasi lengkap mengenai nomor bus, warna rute, hingga titik halte terdekat dari hotel.
Dengan panduan itu, jemaah diharapkan dapat lebih mudah mengenali jalur perjalanan.
Layanan bus sholawat beroperasi non-stop selama 24 jam dengan dukungan 452 armada, termasuk puluhan bus hidrolik ramah lansia dan penyandang disabilitas.
Syarif mengingatkan jemaah agar selalu memperhatikan petunjuk petugas apabila mengalami kebingungan di lapangan.
“Tidak perlu memberi tip berapa pun pada sopir bus. Mereka sudah dibayar oleh perusahaan,” katanya.
Keberadaan 21 rute bus sholawat ini dirancang untuk memastikan seluruh jemaah Indonesia bisa mengakses Masjidil Haram dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.
Baca Juga: Update Haji 2026: 74.652 Jemaah Indonesia Sudah Diberangkatkan
Dengan memahami rute sejak awal, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa khawatir tersesat saat kembali ke pemondokan.*
Editor : Sidkin