Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sektor Kesehatan Jadi Andalan Baru PAD, Bupati Jember Gus Fawait Targetkan Tembus Rp 1,6 Triliun

Sidkin • Minggu, 3 Mei 2026 | 06:00 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait. Sektor Kesehatan Jadi Andalan Baru PAD, Ia Menargetkan Tembus Rp 1,6 Triliun. (Maulana/Radar Jember)
Bupati Jember Muhammad Fawait. Sektor Kesehatan Jadi Andalan Baru PAD, Ia Menargetkan Tembus Rp 1,6 Triliun. (Maulana/Radar Jember)

 

Halojember – Sektor kesehatan kini diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember menilai kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang dibarengi transformasi tiga rumah sakit daerah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) telah memberi dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Tak hanya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, kebijakan tersebut juga disebut berhasil mendorong kebangkitan sektor kesehatan sebagai kekuatan ekonomi baru di Jember.

Baca Juga: Warga Miskin di Jember Segera Punya ‘Dokter Pribadi’, Bupati Jember Gus Fawait Siapkan lewat Program Ini

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, layanan kesehatan saat ini bukan lagi sekadar sektor pelayanan publik yang membebani anggaran.

Menurutnya, sektor ini telah berkembang menjadi bidang produktif yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap keuangan daerah.

"Kebangkitan Rumah Sakit dr. Soebandi selama setahun ini memberikan dampak yang luar biasa, apalagi setelah ada program UHC Prioritas yang membuat kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit daerah meningkat," kata Gus Fawait saat memberikan paparan di RSD dr. Soebandi, 23 April lalu.

Baca Juga: Ucapkan Terima Kasih, Bupati Gus Fawait Ajak Pers Bangun Informasi Akurat saat HPN

Ia menyebut tren positif tersebut terlihat dari data Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang menunjukkan peningkatan performa di tiga rumah sakit daerah, yakni RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat.

Efisiensi pengelolaan pasca penerapan UHC Prioritas dinilai membuat layanan rumah sakit daerah semakin diminati masyarakat.

Bahkan, sejumlah pasien dari luar Kabupaten Jember seperti Bondowoso dan Situbondo disebut mulai memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkab Jember.

Melihat perkembangan itu, Pemkab Jember menargetkan lonjakan PAD secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami melihat kebangkitan sektor kesehatan menyumbang PAD salah satu yang terbesar, sehingga kami targetkan PAD Jember bisa melesat di angka Rp 1,3 sampai Rp 1,6 triliun pada tahun 2029 mendatang," tambahnya optimistis.

Lebih jauh, Gus Fawait menyiapkan visi besar menjadikan Jember sebagai pusat layanan kesehatan rujukan di kawasan Tapal Kuda.

Baca Juga: Temui 445 Kader Posyandu di Kalisat, Bupati Jember Gus Fawait Tekankan Penanganan Stunting dan AKI-AKB Lebih Optimal

Ia bahkan membidik konsep wisata medis seperti yang berkembang di Penang, Malaysia.

"Target saya, Jember harus menjadi seperti Penang di Malaysia yang melesat karena maju di wisata medisnya (medical tourism, Red), dan hari ini kami sudah berada di jalur yang benar," tutup Gus Fawait.

Dengan kemandirian finansial BLUD yang terus diperkuat, Pemkab Jember optimistis memiliki ruang fiskal lebih luas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. (mau/kin)

Editor : Sidkin
#Pendapatan Asli Daerah (PAD) #PAD Jember #Bupati Jember Gus Fawait #kesehatan