HALOJEMBER - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan serius mengenai pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi informasi digital.
Dalam pernyataannya, Presiden menyoroti potensi bahaya hoaks AI yang dapat mengganggu stabilitas negara.
Presiden mengungkapkan kekhawatirannya tentang bagaimana teknologi AI dapat disalahgunakan, termasuk pembuatan konten palsu yang menyerupai dirinya.
Baca Juga: 9 Program Unggul Presiden Prabowo Selama April 2026, Cek Siapa Tau Giatnya di Desamu
Prabowo mencontohkan pengalamannya menjadi korban editan AI, di mana suara atau video dirinya diubah menjadi seolah-olah bernyanyi dengan merdu, atau berpidato menggunakan bahasa asing seperti Mandarin dan Arab.
"Dengan teknologi AI dan informatika digital, seseorang dapat memiliki ribuan akun. Alat-alat untuk membuat akun palsu tidak terlalu mahal, dan dari ribuan akun ini dapat diperbanyak lagi, sehingga seolah-olah menjadi banyak orang yang membuat keributan," ujar Prabowo.
Lebih jauh, Presiden menjelaskan bahwa teknologi ini dapat menciptakan echo chamber yang berbahaya, yang dalam teori intelijen dapat digunakan untuk merusak negara lain tanpa mengirim pasukan, melainkan melalui permainan media sosial dan fitnah.
Baca Juga: Simalakama Prabowonomics, Opini oleh Ali Mursyid Azisi, Pemerhati Sosial-Politik
Oleh karena itu, Presiden Prabowo menegaskan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap hoaks AI yang dapat menyesatkan masyarakat dan memecah belah bangsa.
Fokus pada AI dan Pangan
Meski mewaspadai bahaya hoaks, Presiden Prabowo sebelumnya juga menekankan bahwa pemanfaatan AI dan teknologi tinggi merupakan kunci penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.
Sebelumnya pada awal Mei 2026, Presiden juga dilaporkan memimpin rapat terbatas bersama anggota Kabinet Merah Putih di Hambalang untuk membahas isu strategis nasional, termasuk pendidikan dan keamanan.
Prabowo juga mengimbau agar semua pihak bijak dalam memanfaatkan AI dan tidak terjebak pada konten-konten hoaks karena akan merugikan.
Editor : Hariri HJ