Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Dorong Eksportir Produk Lokal Jember! Bandara Notohadinegoro Layani Kargo untuk Hasil Laut

Yulio Faruq Akhmadi • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:26 WIB
GELIAT EKONOMI: Ilustrasi AI pesawat di Bandara Notohadinegoro Jember juga melayani kargo barang. Termasuk melayani kargo hasil laut yang diekspor ke luar negeri. (DWI SISWANTO/Halo Jember/AI)
GELIAT EKONOMI: Ilustrasi AI pesawat di Bandara Notohadinegoro Jember juga melayani kargo barang. Termasuk melayani kargo hasil laut yang diekspor ke luar negeri. (DWI SISWANTO/Halo Jember/AI)

AJUNG, Radar Jember - Pasca menjalani masa pemeliharaan rutin atau maintenance, maskapai Fly Jaya resmi mengoperasikan kembali rute penerbangan Jember via Bandara Notohadinegoro menuju Jakarta via Bandara Halim Perdanakusuma, sejak 5 Mei 2026.

Kembalinya operasional ini tidak hanya membawa kabar baik bagi penumpang lewat penyesuaian harga tiket yang lebih terjangkau, namun juga membuka keran ekonomi baru melalui layanan kargo udara.

Baca Juga: Gus Fawait Putuskan Trio Aktivis Untuk Benahi PDP Kahyangan: Satu Tahun Tak Ada Progres Malu Dong!

Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengonfirmasi bahwa aktivasi kembali rute ini langsung dimanfaatkan oleh sektor perikanan lokal untuk menembus pasar ibu kota dengan lebih cepat.

"Kemarin kami sudah melaksanakan pengangkutan perdana yaitu tanggal 5 Mei. Kita tahu Jember memiliki produk laut yang bagus, ada pengiriman kargo, lobster sebanyak 29 kilogram," katanya, belum lama ini (11/5). 

Menurut Gatot, tren positif ini berlanjut pada penerbangan berikutnya, di mana volume kargo meningkat signifikan menjadi 42 kilogram.

Meski aksesibilitas semakin mudah, Gatot mengutarakan bahwa para pengusaha diwajibkan melakukan proses input barang ekspor, sebelum jadwal keberangkatan.

Baca Juga: Sidang Isbat Idul Adha Digelar Kemenag 17 Mei 2026, Antisipasi Lonjakan Pergerakan Libur Panjang

"Karena harus ada pemeriksaan dari instansi terkait. Jadi sebelum dua jam penerbangan, kargo ini harus sudah masuk ke Bandara Notohadinegoro," tegasnya.

Meski baru komoditi hasil laut, Gatot berharap layanan kargo ini menarik para eksportir lain untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya ke Jakarta, tetapi juga sebagai jembatan menuju pasar internasional.

"Sementara ini baru lobster, mudah-mudahan hasil laut yang lain bisa ikut memanfaatkan penerbangan ini," pungkas dia. (mau/dwi)

 

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#notohadinegoro #bandara #dishub #ekspor