Halo Jember – Mesin cukur berbunyi bergantian di tenda jamaah usai prosesi lempar jumrah aqabah, Rabu (27/5).
Di tengah padatnya rangkaian puncak ibadah haji, para jamaah tampak saling membantu mencukur rambut sebagai bagian tahallul, penanda berakhirnya masa ihram.
Tahallul menjadi salah satu tahapan penting dalam puncak ibadah haji.
Setelah rambut dipotong, jamaah diperbolehkan kembali melakukan sejumlah aktivitas yang sebelumnya dilarang saat ihram.
Tidak sedikit jamaah yang membawa alat cukur sendiri dari tanah air.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Desset dan Kopi di Mekkah dan Madinah Bagi Jamaah Haji
Mereka kemudian membantu sesama jamaah yang hendak menyelesaikan tahallul, aktivitas tersebut dilakukan di sekitar tenda maupun area tempat jamaah beristirahat setelah kembali dari lokasi jumrah.
Ketua Regu Kloter 92 Jember, KBIHU Ar Roudhoh Jember, Abdurrahman Imansyah mengatakan, prosesi tahallul berjalan lancar.
Menurut dia, para jamaah saling membantu, terutama mereka yang memiliki keterampilan mencukur rambut dan membawa alat potong rambut pribadi.
“Pada saat tahallul semua jamaah saling membantu. Yang punya alat cukur dan bisa potong rambut membantu jamaah lainnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, tahallul dilakukan setelah jamaah menuntaskan lempar jumrah aqabah pada 10 Zulhijah.
Setelah itu, jamaah kembali ke tenda untuk beristirahat sekaligus menyelesaikan tahapan tahallul sebelum melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.
Menurut Imansyah, suasana kebersamaan sangat terasa di tengah padatnya aktivitas selama puncak haji.
Baca Juga: Bapaknya Lansia, Anak yang Mendampingi Haji juga Sama-Sama Lansia, Ini Perlu Didampingi Lagi
Jamaah yang sebelumnya tampak lelah usai perjalanan menuju lokasi jumrah tetap antusias membantu satu sama lain agar seluruh proses berjalan lebih mudah dan cepat.
“Alhamdulillah semuanya berjalan tertib. Jamaah juga kompak saling membantu sehingga tahallul bisa selesai dengan lancar,” tambahnya. (dhi/dwi/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi