KALIWATES, Halo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, ancaman kekeringan menjadi tantangan serius bagi upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, apabila kondisi cuaca berlangsung normal, hasil pertanian Jember pada 2025 hingga 2026 diperkirakan bisa meningkat signifikan.
Baca Juga: Cegah Bantuan Pemkab Diselewengkan, Gus Fawait Kerahkan ASN untuk Sosialisasi ke Masyarakat
"Kalau kondisi normal, maka produktivitas pertanian di Jember tahun 2025 dan 2026 pasti naik, bahkan melimpah," katanya saat berada di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember, 6 Juni lalu.
Menghadapi prediksi cuaca dari BMKG tersebut, Gus Fawait mengaku telah menginstruksikan DTPHP bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) segera menyusun strategi mitigasi.
Ia juga meminta para penyuluh pertanian dan pendamping lapangan lebih adaptif dalam mendampingi petani agar mampu menghadapi perubahan iklim.
Baca Juga: Rapor Hijau Pertumbuhan Ekonomi Siap Dilanjutkan, Gus Fawait Serukan Eksekutif dan Legislatif Rukun
Menurutnya, pendampingan kepada petani tidak cukup dilakukan dengan pola yang sama seperti sebelumnya. Para penyuluh diminta bekerja sama dengan tenaga ahli untuk menentukan pola tanam, waktu tanam, hingga langkah teknis lain yang sesuai dengan kondisi cuaca saat ini.
"Saya harapkan ke depan, para pendamping, penyuluh pertanian, dan DTPHP untuk bisa mengantisipasi dan bekerja sama dengan ahlinya. Bagaimana cara tanam, bagaimana waktu tanam, dan lain sebagainya," pintanya.
Selain pendampingan, Pemkab Jember juga mulai menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk pompa air, guna menjaga ketersediaan air di lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.
Gus Fawait berharap berbagai intervensi tersebut mampu menekan dampak musim kemarau terhadap hasil panen petani.
"Kendati ada kemarau panjang, minimal dampaknya bisa kita minimalisir dengan berbagai bantuan yang telah disalurkan hari ini, termasuk bantuan berupa mesin pompa air," pungkasnya. (mau)
Editor : Sidkin