Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wong Cilik, Puisi Karya Syariful Hidayat

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Puisi Wong Cilik. (TRI JOKO S/AI/HALOJEMBER)
Puisi Wong Cilik. (TRI JOKO S/AI/HALOJEMBER)

Advertisement

 

WONG CILIK

 

Advertisement

Adalah akar yang memeluk bumi
Tak terlihat namun tetap tegar
Tanpanya pohon peradaban bisa rebah
Karena langkah-langkahnya menanam harapan indah

Wong cilik
Doamu didengar langit
Keringatmu diterima bumi
Ketulusan dan kesederhanaan
Senjata yang mematikan

Wong cilik
Hanya desir angin
Pemberi napas ladang, pasar, dan pelabuhan
Hingga muncul peradaban dan kebiasaan
Walau kerap dilupakan

Advertisement

Wong cilik
Selalu tumbuh
dari peluh yang tak mengeluh
dari harapan yang selalu menghujam
walau masa berkali-kali
mengajarkan kehilangan

 

Karya: SYARIFUL HIDAYAT, Pendidik di SMK IBU Pakusari Jember dan Ketua LESBUMI di MWCNU Sumbersari, Jember.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sembuh dengan Ikhlas, Puisi Karya Salim Abuzaid

Sembuh dengan Ikhlas, Puisi Karya Salim Abuzaid

Sebab sembuh tak pernah berarti lupa, Hanya ikhlas yang memeluk bekasnya Menjadi doa yang kian membisu tapi menuntun langkah pulang

Doa Nabi Ibrahim Puisi Karya Ahmad Radiuddin

Doa Nabi Ibrahim Puisi Karya Ahmad Radiuddin

Jejak langkah kehidupan Nabi Ibrahim, yang tekun mendoakan keluarga dan keturunannya, agar dianugerahi ketakwaan yang mantap,

Ketinggalan Pesawat, Puisi Karya Hafis Azhari

Ketinggalan Pesawat, Puisi Karya Hafis Azhari

bu Wati ketinggalan beberapa menit pada jadwal penerbangan menuju Singapura dari Bandara Soekarno-Hatta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer