Halo Jember - Peran vital para pendidik agama menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah. Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, saat menghadiri pertemuan ketua pengajian dan guru ngaji, dalam program Bunga Desaku di Balai Desa/Kecamatan Sukorambi, Sabtu (27/6).
Di depan ratusan pendidik spiritual itu, Gus Fawait menguraikan pentingnya investasi akhlak di tengah gempuran zaman.
“Ilmu yang paling utama adalah akhlak. Guru ngaji selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan dalam mendidik anak-anak kita. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan penghormatan kepada mereka,” katanya.
Gus Fawait juga menilai fenomena kenakalan remaja era ini, membuat pendidikan formal di sekolah saja tidak cukup. Tetapi perlu ada benteng spiritual yang kuat di tingkat akar rumput. Di sinilah peran vital guru ngaji dan majelis taklim diuji.
Sebagai bentuk konkret, lanjut dia, Pemkab Jember memastikan program insentif bagi para guru ngaji kembali cair. Ia menegaskan bahwa insentif itu bukan bantuan sosial atau gaji dari pemerintah, tetapi sebuah bentuk penghormatan negara.
Baca Juga: Analisis Cape Verde VS Argentina: Akankah Tim Debutan Membungkam Sang Raja Terakhir?
“Guru ngaji tetap mengajar meskipun tidak diberi insentif. Mereka mengajar karena pengabdian. Maka insentif ini adalah bentuk penghormatan pemerintah kepada panjenengan semua,” tegasnya.
Di akhir paparannya, ia berpesan ke orang tua di Jember agar tidak bosan mengajak anak-anak mereka ke majelis dzikir dan shalawat. Baginya, riuhnya selawat jauh lebih menyelamatkan masa depan generasi muda ketimbang liarnya jalanan. (mau/nur/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi