Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Situs Batu Dakon Bhujuk Lanceng Bondowoso, Warisan yang Menunggu Pengakuan di Bukit Sarat Sejarah

Sidkin • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:00 WIB
SARAT MISTERI: Hamparan Batu Dakon raksasa di kawasan Bujuk Lanceng, Desa Jirek Mas, Kecamatan Cermee dinilai langka dan disebut bisa jadi cagar budaya. (DOK BIDANG KEBUDAYAAN)
SARAT MISTERI: Hamparan Batu Dakon raksasa di kawasan Bujuk Lanceng, Desa Jirek Mas, Kecamatan Cermee dinilai langka dan disebut bisa jadi cagar budaya. (DOK BIDANG KEBUDAYAAN)

 

Selain memiliki banyak potensi wisata ikonik, Bondowoso juga tak kekurangan benda peninggalan zaman dahulu, terbukti dengan banyaknya temuan benda megalitik di berbagai wilayah. Salah satunya adalah Situs Batu Dakon Bujuk Lanceng. Seperti apa pesonanya? 

ILHAM WAHYUDI - Radar Ijen Bondowoso

Hamparan Batu Dakon raksasa di kawasan Bujuk Lanceng, Desa Jirek Mas, Kecamatan Cermee dinilai memiliki nilai arkeologis yang langka. Sebarannya yang luas di atas perbukitan membuat situs tersebut diproyeksikan menjadi cagar budaya tingkat provinsi, bahkan berpeluang naik menjadi cagar budaya nasional.

Lokasinya yang berada di ketinggian, membuat pemandangan di situs tersebut menarik setiap pasang mata yang melihatnya.

Tak heran, jika tempat tersebut menjadi rekomendasi wisata sejarah. Dengan berbagai sejarah dan keunikan dari batu dakon yang tersebar luas di area perbukitan tersebut.

Baca Juga: Saat Denting Lesung Menggema, Ronjengan Hidupkan Kembali Kenangan Warga Desa di Bondowoso

Meski demikian, akses menuju lokasi masih terbilang ekstrim. Apalagi ketika musim hujan, jalannya becek dan sulit dilalui kendaraan roda dua. Bahkan, pengunjung harus berjalan kaki, dengan waktu tempuh mencapai dua hingga tiga jam.

“Dari balai Desa Jirek Mas ke Situs Batu Dakon itu, perjalan kurang lebih satu jam dengan roda dua,” kata Andre, salah seorang staf Disparbudpora Bondowoso.

Oleh sebab itu, ketika ada pengunjung yang berniat pergi ke Situs Batu Dakon, disarankan untuk melapor ke Kepala Desa Jirek Mas terlebih dahulu. Sehingga dapat disediakan kendaraan khusus untuk menuju lokasi.

Baca Juga: Jalur Ijen dan Arak-Arak di Bondowoso Masuk Kawasan Blacksite, Mengapa?

“Lokasinya memang jauh, medannya juga masih sulit,” tuturnya.

Lelah selama perjalanan, akan terobati dengan panorama Batu Dakon berukuran besar yang terhampar di atas perbukitan. Hal tersebut jarang bahkan tidak mudah untuk ditemui di tempat lain. Keunikan itu bahkan mendapat pengakuan dari Prof. Blasius Suprapta, Dosen dan ahli Sejarah serta Arkeologi Lanskap dari Universitas Negeri Malang.

Batu Dakon Bujuk Lanceng memiliki karakteristik yang berbeda dibanding situs serupa di daerah lain. Seperti di Situbondo misalnya, terdapat situs batu dakon yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat provinsi. Namun, Bondowoso memiliki situs yang dinilai lebih lengkap dan lebih besar. (ham/nur)

Editor : Sidkin
#Situs Batu Dakon Bhujuk Lanceng #Situs Batu #Jirek Mas #Batu Dakon #bondowoso