HALOJEMBER - Museum Kereta Api Bondowoso menjadi salah satu dari empat museum kereta api yang ada di Indonesia.
Selain sebagai museum, ada wacana stasiun ini akan menjadi titik berangkat lori wisata yang akan menuju ke Stasiun Wonosari.
Selain rel yang masih bisa digunakan untuk kereta jenis lori, rel yang sekarang juga harus diganti juga ingin mengaktifkan jalur ke Panarukan atau Kalisat.
Kereta lori wisata pun menjadi pilihan untuk menghidupkan jalur ini.
"Rencana akan ada lori mau ke wonosari. Yang panjangnya tujuh kilometer. Sebagai wisata saja. Tapi sampai sekarang masih menunggu karena dananya besar," kata Kepala Museum Kereta Api Bondowoso, Sugeng Adiwiyono.
Jika nantinya dapat direalisasikan, tentu hal ini akan menjadi salah satu wisata menarik. Apalagi Bondowoso kini sedang gencar mempromosikan pariwisatanya.
Destinasi ini nantinya akan menambah daya tarik Bondowoso selain wisata yang sudah ada, seperti Kawah Wurung dan api biru di Kawah Ijen.
"Kalau relnya kan masih ada, tinggal pembenahan saja. Kalau di sini untuk lori saja masih kuat. Kalau kereta yang penumpang itu belum mampu," imbuh dia.
Sugeng menjelaskan, jalur dari Stasiun Kalisat di Jember, melewati Bondowoso, menuju Stasiun Panarukan di Situbondo, menjadi salah satu jalur yang paling memungkinkan untuk diaktifkan kembali.
Bila begitu, tentu Museum ini tidak hanya akan melayani museum, tetapi juga penumpang.
"Di Jawa Timur itu yang berpotensi diaktifkan lagi itu di sini," katanya, meyakinkan.
Salah satu warga Bondowoso yang pernah mengunjungi Museum Kereta Api Bondowoso, Abdul Adim mengaku senang bisa berkunjung, mesti itu sudah dia lakukan sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dia bisa melihat banyak koleksi tentang kereta api.
"Enaknya itu setiap benda ada teks deskripsinya. Jadi kita bisa tahu itu benda apa, digunakan untuk apa, dan kapan digunakannya," ungkap dia.
Adim juga heran masuk ke museum ini tidak dipungut biaya. Jadi pengunjung bebas untuk masuk selama museum dibuka, meskipun jika ada kunjungan bersama harus mengajukan surat kunjungan, seperti kunjungan dari sekolah.
"Posisinya juga di tengah kota. Dekat kemana-mana, kalau bisa ditambah koleksinya mungkin lebih seru lagi," pungkasnya. (hlb/mau)
Editor : Halo Jember