Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Akibat Paceklik, Harga Ikan Naik Drastis, Ini Gambarannya

Hariri HJ • Kamis, 22 Januari 2026 | 18:28 WIB
JAGA KEAMANAN: Polisi tetap melakukan pengawasan terhadap pasokan ikan, guna mencegah kemungkinan adanya bahan pengawet. (JUMAI/RADAR JEMBER)
JAGA KEAMANAN: Polisi tetap melakukan pengawasan terhadap pasokan ikan, guna mencegah kemungkinan adanya bahan pengawet. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Selain nelayan dan keluarganya, berikut pedagang, tak banyak yang tau bahwa Jember sedang musim paceklik.

Hasil tangkapan nelayan Puger maupun warga lain turun drastis.

Ini membuat pedagang dari luar Jember menyebut pasokan ikan ke Tempat pelelangan Ikan (TPI) Puger.

Baca Juga: Nelayan Jember Ungkap Detik-Detik Mencekam saat Jukung yang Ditumpanginya Menabrak Tebing hingga Hancur di Laut Selatan

Nah, pasokan ikan dari luar Jember itu kontan berdampak pada harga ikan. Tentu saja, harganya lebih mahal.

Yusup, pedagang asal Balung menyebut, harga ikan teri basah dalam satu kilogram Rp 15 ribu.

Selanjutnya untuk ikan kuniran Rp 10.000 ribu dan udang kecil Rp 30 ribu.

Baca Juga: Musim Paceklik, Ikan Luar Daerah Terus Serbu Jember

Kenaikannya rata-rata 100 persen.

"Sudah terlanjur ke Puger, meskipun harganya mahal ya tetap beli,” katanya.

Dia dan pedagang lain pun berharap tetap bisa mendapat keuntungan, meski modal kali ini lebih tinggi.

Baca Juga: Tangkapan Ikan Turun, Polisi Imbau Pasokan Ikan Luar Jember Tak pakai Pengawet

Yusup, harga ikan tersebut diatas merupakan harga dari tengkulak ke pedagang.

Dengan demikian, para pedagang keliling seperti Yusup akan tetap mengambil selisih harga dari yang dibeli kepada tengkulak.

Menurutnya, pengambilan keuntungan biasanya dengan selisih Rp 1 ribu atau Rp 2 ribu perkilogram. (nur)

Editor : Hariri HJ
#nelayan #puger #ikan