JEMBER, Halo Jember – Ratusan hewan kurban telah disebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada momentum Iduladha 1447 Hijriah tahun ini.
Sebanyak lima ekor sapi dan 120 kambing didistribusikan melalui jaringan PAC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), relawan, hingga sejumlah pondok pesantren di berbagai kecamatan.
Ratusan hewan kurban dari legislator PKB, Moh. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy itu kemudian disembelih di titik-titik penyebaran sebelum dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi mengatakan, seluruh hewan kurban tersebut merupakan dukungan dari anggota DPR RI Fraksi PKB dapil Jember-Lumajang, Moh. Rivqy Abdul Halim.
Baca Juga: Panitia Kurban Harus Tahu, Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Baik dan Benar
Distribusi hewan kurban dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat di berbagai wilayah.
“Alhamdulillah tahun ini pelaksanaan penyembelihan hewan kurban didukung penuh Gus Rivqy. Untuk Jember ada lima sapi dan hampir 120 kambing yang disebar melalui PAC maupun relawan,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Ayub menjelaskan, khusus hewan kurban sapi disalurkan ke DPC dan sejumlah pondok pesantren. Di antaranya Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), PP Raudlatul Ulum Sumberwringin Sukowono, hingga PP Darul Hidayah Bangsalsari.
Menurutnya, jumlah bantuan hewan kurban tahun ini juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: Fraksi PKB DPRD Jember Serap Aspirasi, Beasiswa dan PAD Jadi Sorotan
Bahkan beberapa sapi memiliki bobot hampir mencapai satu ton sehingga mampu menghasilkan ribuan paket daging kurban untuk masyarakat.
Di kantor DPC PKB Jember, dua ekor sapi disembelih. “Kami memperkirakan sekitar seribu paket daging kurban yang akan disebar ke masyarakat,” katanya.
Menariknya, pembagian daging tidak lagi menggunakan kantong plastik, melainkan memakai besek bambu dan daun jati sebagai pembungkus alami.
Langkah itu sudah dilakukan PKB Jember sejak dua tahun terakhir sebagai bagian dari pengurangan sampah plastik saat Iduladha.
“Sekarang kami back to nature. Jadi memakai besek dan dibungkus daun jati supaya daging tetap segar ketika diterima masyarakat,” ungkap Ayub.
Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan kemasan tradisional juga dinilai lebih kuat dan aman dibanding plastik sekali pakai.
Sementara itu, Gus Rivqy menyebut, ibadah kurban bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus cara memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dia berharap pembagian hewan kurban bisa membantu kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Baca Juga: Pentingnya Resting Period Hewan Kurban Sebelum Disembelih
“Kami ingin memastikan kebahagiaan Iduladha bisa dirasakan secara merata, khususnya oleh warga di daerah pemilihan,” harapnya.*
Editor : Sidkin