Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Fatamorgana Duniawi, Puisi Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory

Halo Jember • Senin, 13 April 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Fatamorgana Duniawi, Puisi Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory. (ChatGPT)
Ilustrasi Fatamorgana Duniawi, Puisi Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory. (ChatGPT)

Fatamorgana Duniawi

Relakah anak-anak kita terperangkap
ke dalam siklus brutalisme dan kekerasan?
Minuman keras dan pornografi disemarakkan tanpa batas.
Karena yang terpenting bagi mereka
adalah konsumsi dan penumpukan pundi-pundi,
yang dikira dapat melanggengkan kehidupan duniawi,
dikira dapat memberi kesenangan hidup hingga umur tua.
Tetapi, sebagai muallaf,
kami diperkenalkan model Islam bagi masa depan kami,
serta bagi keselamatan anak-cucu kami.
Islam mengarahkan kita kepada rahmat Ilahi.
Umat Islam tidak menyukai pornografi,
kekerasan dan minuman keras.
Umat Islam tidak menyukai perselingkuhan,
juga tak menyukai seks sebelum menikah.
Umat Islam juga mendorong agar sedapat mungkin
mempertahankan hidup dalam monogami.
Karena cinta sejati seharusnya berdasarkan rasa aman,
saling percaya dan ikhlas memberi,
bukan pada dusta dan cinta sesaat yang menipu.

 

Karya Hafis Azhari, peneliti historical memory, juga penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten.

Editor : Sidkin
#Fatamorgana #Muallaf #puisi #dunia