Bekal untuk Mati, Puisi Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory

Sidkin • Dipublikasikan Selasa, 5 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Bekal untuk Mati, Puisi Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory. (Ijal/ChatGPT)
Ilustrasi Bekal untuk Mati, Puisi Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory. (Ijal/ChatGPT)

 

Bekal untuk Mati
 
Dunia ini hanyalah singgah sebentar
untuk minum seteguk air.
Setiap manusia akan dicukupkan airnya
walaupun hanya seteguk
untuk melancarkan kembali perjalanan
hingga sampai ke tempat tujuan.
Ada yang mendapatkan air dalam satu gayung,
atau satu ember berukuran kecil hingga besar.
Tetapi, semakin banyak air dalam ember,
justru semakin merepotkan bekal perjalanan kita.
Sebab, pada akhirnya kita hanya membutuhkan
satu kali dua meter lahan tanah
untuk menguburkan jasad-jasad kita,
meskipun kita memiliki ribuan hektare lahan
yang tak mungkin dibawa mati.
Bahkan, air dalam ember besar itu pun
tak mungkin dibawa sampai ke liang lahat. 
 
 
Karya Hafis Azhari, Peneliti historical memory, penulis novel “Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten”

Editor : Sidkin
Bekal untuk Mati Puisi untuk Masa Depan puisi kematian