Pitutur Eyangku
Duh, Eyang bermalam-malam
Dalem tidak bisa tidur
Narsih yang ayu dan lembut
Lembayang selalu dalam hidupku
Eyang dalem dirundung asmara
Narsih memutus cinta pertamaku
Narsih meninggalkan diriku
Tengah malam yang hening
Eyang mengelus diriku penuh kasih
Ngger cucuku...
Narsih yang ayu dan lembut
Jangan membebani hatimu
Tinggalkan Narsih dari anganmu
Agar tidak sakit hatimu
Narsih jangan disembah-sembah
Nanti pikiranmu owah
Ngger cucuku...
Kau laki-laki ngganteng
Kau pewaris darah Eyang
Di kota Pandalungan ini
Gadis ayu dan lembut hatinya
Tidak hanya Narsih
Eyang selalu berdoa
Segera kau mendapatkan cintamu
secantik Dewi Sri Tanjung
Ngger cucuku...
berdirilah dan tersenyum
Karya Herry Suhariyanto, Guru Pensiun Penggiat Puisi di PWRI Sumbersari 02 Jember
Editor : Sidkin