Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Pitutur Eyangku, Puisi Karya Herry Suhariyanto, Penggiat Puisi di PWRI Sumbersari Jember

Sidkin • Senin, 11 Mei 2026 | 06:11 WIB
Ilustrasi Pitutur Eyangku, Puisi Karya Herry Suhariyanto, Penggiat Puisi di PWRI Sumbersari Jember. (Ijal/ChatGPT)
Ilustrasi Pitutur Eyangku, Puisi Karya Herry Suhariyanto, Penggiat Puisi di PWRI Sumbersari Jember. (Ijal/ChatGPT)

 

Pitutur Eyangku


Duh, Eyang bermalam-malam
Dalem tidak bisa tidur
Narsih yang ayu dan lembut
Lembayang selalu dalam hidupku
Eyang dalem dirundung asmara
Narsih memutus cinta pertamaku
Narsih meninggalkan diriku
Tengah malam yang hening
Eyang mengelus diriku penuh kasih

Ngger cucuku...
Narsih yang ayu dan lembut
Jangan membebani hatimu
Tinggalkan Narsih dari anganmu
Agar tidak sakit hatimu
Narsih jangan disembah-sembah
Nanti pikiranmu owah

Ngger cucuku...
Kau laki-laki ngganteng
Kau pewaris darah Eyang
Di kota Pandalungan ini
Gadis ayu dan lembut hatinya
Tidak hanya Narsih
Eyang selalu berdoa
Segera kau mendapatkan cintamu
secantik Dewi Sri Tanjung

Ngger cucuku... 
berdirilah dan tersenyum

 

Karya Herry Suhariyanto, Guru Pensiun Penggiat Puisi di PWRI Sumbersari 02 Jember

Editor : Sidkin
#Puisi untuk cucu #Nasihat Eyang #Pitutur #puisi #Pandalungan