Tuhan Punya Mau
Pengusaha korup sedang merancang agenda
untuk menjatuhkan Fulan mitra bisnisnya.
Segala tipu muslihat disiasati dengan serapi mungkin.
Jaksa dan Hakim Agung berada di bawah kendalinya,
pimpinan kepolisian juga sudah berada
dalam cengkeramannya.
Bahkan, pimpinan KPK sudah dipersiapkan
dengan cermat untuk segera memperkarakan Fulan.
Ketika sidang akan digelar keesokan harinya,
sebutir peluru bersarang di kepala sang pengusaha
ketika ia keluar membuka pintu mobil mewahnya.
Ya, sebutir peluru yang bersarang di kening
hingga menembus otak kepalanya.
Seketika ia jatuh terkapar di lantai,
sama sekali tak menduga bahwa sang penembak
adalah seorang pembantu rumah-tangga
yang menabung untuk membeli senjata ilegal,
setelah ia diusir dari rumah megahnya
sejak tujuh tahun lalu. []
Karya: Hafis Azhari
(Peneliti Historical Memories, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Jenderal Tua dan Kucing Belang)