Aku yang Tersesat sampai Larut Usai
Hingga senja jatuh di matamu, kita tetaplah
Sepasang kekasih yang enggan untuk berpisah.
Seringkali aku dipermainkan oleh kepalaku sendiri.
Ia terus bertanya, mengapa aku bisa begitu dalam mencintaimu.
dan waktu tersesat di sini,
Di matamu, keningmu, telapak tanganmu, dan
ruas jemarimu.
Aku menemukanmu dalam rindu-rindu yang
tumbuh dan utuh.
Kita terus tabah dan menanti. Sepanjang malam,
berharap kita akan sampai sebelum larut usai.
Banyuwangi, 14 November 2023.
Karya: Najib Fachruddin Thoha
(Lahir di Tuban, tinggal di Banyuwangi. Hobi menulis puisi dan mencintai istri)