Aku yang Tersesat sampai Larut Usai, Puisi Karya Najib Fachruddin Thoha

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 17 Juni 2026 | 16:33 WIB
Ilustrasasi puisi Aku yang Tersesat sampai Larut Usai. (Ijal/AI/ChatGPT)
Ilustrasasi puisi Aku yang Tersesat sampai Larut Usai. (Ijal/AI/ChatGPT)

 

Aku yang Tersesat sampai Larut Usai

 

Hingga senja jatuh di matamu, kita tetaplah
Sepasang kekasih yang enggan untuk berpisah.
Seringkali aku dipermainkan oleh kepalaku sendiri.
Ia terus bertanya, mengapa aku bisa begitu dalam mencintaimu.
dan waktu tersesat di sini, 
Di matamu, keningmu, telapak tanganmu, dan
ruas jemarimu.
Aku menemukanmu dalam rindu-rindu yang
tumbuh dan utuh.
Kita terus tabah dan menanti. Sepanjang malam,
berharap kita akan sampai sebelum larut usai.

Banyuwangi, 14 November 2023.

Karya: Najib Fachruddin Thoha
(Lahir di Tuban, tinggal di Banyuwangi. Hobi menulis puisi dan mencintai istri)

Editor : Sidkin
Puisi Radar Jember Puisi bertema pasangan tersesat aku menemukanmu