Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Menakar Jarak 91 ke 77, Puisi Karya Salim Abuzaid

Sidkin • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi puisi Menakar jarak. (Sidkin/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi Menakar jarak. (Sidkin/AI/Halojember)

 

Menakar Jarak 91 ke 77

Luka yang ku gores secara perlahan
Saat melihat 91 yang runtuh begitu saja
Angka itu menampar diriku hingga tak sadarkan 
Langit yang menjulang tinggi, kini kian mendekat
Kugenggam langit sekuatku, tapi ia tetap jatuh dari tanganku

Saat jujur, kalah oleh cara dan ego di balik meja ujian
Jiwa ini perlahan tercekik oleh diam 
Harapan yang menghilang dalam sekejap 
Diriku tenggelam, jiwaku terhantam tanya yang tak terjawab 
Sampai sejenak aku menitipkan diri ke ruang psikologi
Di tengah bisingnya kepala 
Ada yang mengulurkan dan mencarikanku jalan 

Merangkulku erat dalam bisik lirih:
“Rehatlah. Pikiranmu masih berat.
Jika belum kau lepas, terus bagaimana?”
“Dilarang menyerah. Selagi celah itu masih ada, perjuangkanlah.”

Sehingga aku tersadar dari frustasi yang mengakar di benakku
Meski begitu semesta sangatlah baik
Ia memberiku makan untuk tubuh
Dan obat yang dipersembahkan untuk jiwaku 
Jiwa yang bangkit-
Meski jalannya retak dan berdarah

Karya: Salim Abuzaid (Anggota Forum Anak & Founder BersuaraLewatKarya._) 

Editor : Sidkin
#Puisi Radar Jember #menakar #kugenggam langit #Jarak