Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cinta dan Benci, Puisi Karya Hafiz Azhari

Sidkin • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi puisi cinta dan benci. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi cinta dan benci. (Ijal/AI/Halojember)

 

Cinta dan Benci

Keturunan PKI maupun keturunan Islam konservatif,
baik di pesantren maupun pusat kajian ilmiah,
tidak lebih mulia ketimbang tukang sol,
pemulung atau pedagang asongan,
jika mereka mempertahankan phobia anti Islam
maupun anti PKI.
Bila keduanya memelihara keyakinan pada takhayul,
mereka tidak lebih mulia ketimbang penyembah berhala
dan pencari pasugihan di Gunung Kawi maupun Kemukus.
Ya, mereka yang anti PKI maupun Islamophobia itu,
baik yang menamakan dirinya Habib maupun Marxis,
keduanya telah menggadaikan iman dan ketakwaan,
demi mengumbar syahwat kekuasaan
dan nafsu kebendaan yang bersifat duniawi belaka.

Karya: Hafiz Azhari, Peneliti Historical Memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten.

Editor : Sidkin
Kekuasaan cinta dan benci phobia anti Islam kemukus pesantren