MARI BERTUKAR
bisakah kita bertukar bahasa cinta,
sayang?
karena lidahku sudah terlampau kelu,
tuk menjemputmu,
ajari aku caramu meredam kobaran api dengan pejam mata yang syahdu,
karena diriku—oh sudah pasti,
mengguyurnya—dengan angin-angin
yang ribut berembus, berterbangan membiarkan aku ditelan, ditelanjangkan, ditelantarkan,—dari bodohnya aku berkata,
rampaslah,
sayang,
ambil ucapanku yang gelap gelisah
dalam cengkeram tanganmu,
dan jangan pinjamkan aku perkataanmu,
tapi cahaya yang menerangimu,
sehingga jiwaku sama-sama tenangnya,
demi Tuhan dan segala-gala ciptaan-Nya,
rela aku menukar seluruh syair yang ku buat,
demi tatapanmu yang selama ini dicari
—oleh rinduku sendiri
dan jika kita gagal, itu bukan salah kita,
sayang memang,
mungkin kita—atau aku—yang fana,
bagi bahasa cinta yang diciptakan oleh surga.
Karya Ulum Atina Izza R, Mahasiswa semester 3 Prodi Biologi Unej, Anggota UKM LPMM ALPHA