Kualitas Kemanusiaan, Puisi Karya Enzen Okta Rifa'i

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:21 WIB
Ilustrasi Puisi Kualitas Kemanusiaan (Ijal/AI)
Ilustrasi Puisi Kualitas Kemanusiaan (Ijal/AI)

Kualitas Kemanusiaan
 
Konon otak manusia modern dirancang
untuk berlomba dan saling bersaing,
tetapi Islam mengajarkan manusia
agar bekerja sama dan saling mengasihi.
Konon otak manusia dirancang
untuk saling berburu dan menimbun,a
tetapi Islam mengajarkan agar menghargai,
saling memberi dan berbagi,
baik kepada si miskin, saudara kerabat, tetangga,
bahkan orang-orang dalam perjalanan (musafir).
Konon otak manusia dirancang untuk berperang
dan saling membalas dendam,
tapi Islam mengajarkan agar jangan menyakiti wanita,
anak-anak, orang tua,
bahkan jangan mengganggu pohon
yang sedang berbuah di medan pertempuran.
Konon, otak manusia modern (homo sapiens)
dirancang untuk melindungi diri
serta mencari kesenangan hidup di hari tua,
tetapi Islam mengajarkan kualitas taqwa,
bahwa perlindungan yang hakiki
dan kebahagiaan yang sejati,
hanya mungkin jika Allah merahmati,
memberkahi, serta memberi keselamatan
kepada hamba-hamba yang dicintai-Nya. (*)

Karya Enzen Okta Rifa'i, Pengasuh Ponpes Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten,
alumnus International University of Africa, Sudan.

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
Enzen Okta Rifa'i puisi