Khalifah: Ketika Nestapa Menjadi Pelangi
Tuhan...
Ragaku runtuh.
Segunung nestapa bersemayam di punggungku
Hingga sendi-sendiku merintih mengangkat cakrawala
Tapakku limbung,
Bagai kapur yang diremuk seribu tapak
Berkeping-keping, meluruh jadi abu tanpa jejak
Aku berseru pada kelam:
"Mengapa takdirku berliku begini?"
Laksana samudra yang terkurung dalam botol kaca
Jasadku samudra daya
Namun kakiku terbelenggu badai yang kasatmata
Padahal tanpa kusadar, Kau telah menuntaskannya
Tatkala kutunaikan kewajiban pada-Mu
Maka Kau sempurnakan karunia untukku
Lebih bernilai dari setumpuk emas yang mencair di bara dunia
Walau kerap aku khianati amanah sebagai Khalifah
Tatkala rimba meratap dibelai kapak
Tatkala sampah memohon ruang di perut bumi
Tatkala alam meraung murka, merobohkan menara keangkuhan
Akan tetapi Kau...
Masih menyulam mentari asa di relung dadaku
Masih menganugerahi kami seribu asa dalam sekali hela napas
Sebab menjadi Khalifah hakiki
Adalah menegakkan kebenaran tatkala dunia kelu
Adalah menjadi peneduh tatkala semua terik kepanasan
Adalah menyembelih ego demi menggendong amanah
Dan kini aku yakin...
Setiap ujian yang Kau kirimkan
Menyimpan pelangi yang tak pernah sanggup kupintal
Oleh Salim Abuzaid, Siswa MAN Bondowoso, Founder @Bersuaralewatkarya._ & Pegiat Literasi
Editor : Yulio Faruq Akhmadi