Dunia yang Fana
Tuhan menorehkan luka yang sama
sebagai ujian yang merata pada setiap manusia,
sesuai kadar kesanggupan untuk memikulnya.
Namun di antara mereka sanggup menahan luka
dengan kesabaran dan ketulusan menerima takdir.
Tetapi sebagian lain tak sanggup menanggung luka,
lalu memilih jalan pintas kehidupan duniawi,
sehingga tega menggadaikan akhiratnya,
dengan menjadi pengikut setan dan Iblis.
Mereka terlena menjual jiwanya,
tergiur oleh kesombongan akan kenikmatan dunia
yang hanya secuil dan sekejap mata belaka. (*)
Oleh Hafiz Azhari, Peneliti historical memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten
Editor : Yulio Faruq Akhmadi