Sultan Mehmed, Puisi Karya Mu’min Roup

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:56 WIB
Ilustrasi Puisi Sultan Mehmed (Ijal/AI/RJ)
Ilustrasi Puisi Sultan Mehmed (Ijal/AI/RJ)

 
Sultan Mehmed
 
Sultan Mehmed II bukanlah Christopher Columbus
yang menduduki tanah rakyat Indian,
lalu mendatangkan bala tentara yang mengusir
penduduk pribumi ke wilayah pedalaman.
Ribuan korban menjadi martir karena berjuang
mempertahankan tanah kelahirannya.
Tetapi, Sultan Mehmed menaklukkan Konstantinopel
sambil berusaha membangun
dan menghidupkan kembali gereja-gereja ortodoks,
mendatangkan masyarakat Yunani,
untuk dibebaskan menggarap lahan,
menempati rumah-rumah tanpa pungutan pajak,
anak-anak disediakan sekolah, perpustakaan,
dapur umum, dan rumah-rumah sakit.
Kota yang semula mati di Istanbul itu,
kemudian dibangun kembali
dengan fasilitas jalan-jalan dan pelabuhan.
Hagia Sofia dikonversi menjadi masjid,
serta gereja-gereja tua dibiarkan berdiri
serta dijamin keamanannya oleh negara persatuan
dan kekhalifahan Turki Ottoman.

Puisi Oleh Mu’min Roup, Dosen dan peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, menulis esai dan prosa di Tribunnews, Jawa Pos, Republika, NU Online, alif.id dan berbagai media lokal

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
puisi