SUMBERSARI, Halo Jember - Belum genap empat tahun, Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Jember dibekukan. Pengurus cabang olahraga (cabor) sambo itu dinilai tidak aktif oleh Persambi Jatim.
Sekretaris KONI Jember Hasyim Arief mengatakan, telah menerima surat pembekuan Persambi Jember tersebut.
"Boleh dikatakan dibekukan atau dinonaktifkan dulu dari KONI karena salah satunya tidak aktif," bebernya.
Baca Juga: Jelang Pra Porprov Jatim, Tim Sepak Bola Jember Waspadai Kesebelasan Ini
Pihaknya akan turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut setelah pelaksanaan Porprov Jatim Juni hingga Juli nanti.
"Kami fokus ke Porprov dulu biar nanti bidang organisasi KONI Jember yang menyelesaikan," ucapnya.
Dia mengulas, hal yang sama juga pernah terjadi pada sejumlah cabor di Jember.
Sehingga KONI Jember pun terpaksa turun untuk menyelamatkan.
Menurutnya, cabor yang tidak aktif persoalannya pun berbeda-beda.
Disebutkan, cabor catur, atletik, hingga aquatik atau renang dulu juga pernah bermasalah.
Untuk cabor catur, kata dia, dulu persoalannya lantaran sistem penurunan SK.
Sementara atletik karena pengunduran ketuanya.
"Kemudian di aquatik itu ketua sudah tidak sanggup melakukan musyawarah. Akhirnya kami harus turun tangan," urainya.
Karena bukan kali pertama pembekuan cabor, maka hal ini kembali menjadi bahan evaluasi KONI Jember.
Hasyim berharap cabor-cabor bisa lebih selektif memilih pengurus, terutama ketua.
"Jadi ketua itu memang harus mengerti organisasi dan harapan kami bersama bidang organisasi KONI Jember tentu saja semua cabor di bawah naungan KONI ini aktif," paparnya.
Pihaknya juga bisa membaca potensi aktif atau tidaknya cabor, melalui pemetaan kehadiran dalam undangan KONI. Termasuk keaktifannya di dalam grup WhatsApp ketua-ketua cabor.
"Karena di sana itu nanti mereka melaporkan prestasinya dan kegiatannya,” terangnya.(sil/dwi)
Editor : Sidkin