KEPATIHAN, Radar Jember – Malam pergantian tahun 2023 menuju 2024, akan berbeda dengan sebelumnya. Sejak pandemi korona, pesta kembang api bisa dibilang tiada.
Namun kali ini, Pemkab Jember akan menggelar gebyar pergantian tahun bersamaan dengan hari jadi ke-95 Kabupaten Jember di Alun-Alun Jember, Sabtu (31/12).
Pada kesempatan itu pun dipastikan ada kembang api yang dinyalakan. Rangkaian pesta tahun baru tersebut dimulai pukul 15.00 sore sampai dengan pukul 00.00.
Rentetan acaranya ada konser musik, penampilan seni dan kearifan lokal, pesta kembang api, dan ditutup dengan doa bersama.
Bupati Jember Hendy Siswanto menghimbau masyarakat Jember untuk dapat memeriahkan acara tersebut. Nantinya juga banyak produk UMKM yang ikut memeriahkan acara pergantian tahun.
“Acara ini terbuka untuk umum dan gratis, untuk itu mari kita meriahkan datang ke Alun-Alun Jember dan jangan lupa bawa uang untuk belanja produk UMKM milik Jember,” ajak Bupati Hendy.
Kepala Dishub Jember Agus Wijaya menyebut, untuk pengamanan gebyar pentas hari jadi ke-95 Kabupaten Jember, akan dikerahkan beberapa jajaran terkait. Seperti dari kepolisian, Satlantas, Sabhara, Satpol PP, dan Dishub.
Dari Dishub nantinya yang akan diterjunkan tiga bidang yakni pengawasan, parkir, dan bidang pengendalian dan operasional (Dalops).
“Kami menerjunkan sesuai dengan kekuatan masing-masing,” ujarnya, Jumat (29/12). Mereka akan tersebar di pos-pos natal tahun baru dan pos-pos yang ada di Alun-Alun Jember.
Pada gebyar pesta tahun baru itu menurut Agus juga akan ada rencana penutupan jalan, apabila diperlukan. Ini sifatnya kondisional. Penutupan akan dilakukan ketika kondisi sudah padat dan parkir sudah penuh.
“Penutupan seperti di ruas jalan kartini dan SMPN 2 Jember. Nanti akan dialihkan. Tetapi ini sifatnya situasional,” terangnya.
Sama seperti kegiatan besar lainnya yang sudah berpusat di Alun-Alun Jember, kantong-kantong parkir yang tersedia pada perayaan malam tahun baru seperti sekitar bank, di Jalan Wijaya Kusuma, dan Jalan Kartini.
Untuk parkir mobil akan menyesuaikan dengan kondisi yang selama ini ada, seperti di Jalan Raya Sultan Agung, Wijaya Kusuma, belakang Hotel Nusantara, arah SMPN 2 Jember, dan di dekat BRI.
Dishub Jember menyebut hanya memfasilitasi untuk parkir. Terkait keamanan parkir seperti penitipan barang, Dishub tidak bisa memberikan jaminan penitipan. Jadi selama kegiatan berlangsung, masyarakat harus bisa mengamankan barang berharganya secara pribadi.
“Jadi saat memarkir supaya betul-betul dilihat adanya petugas yang mengatur atau petugas yang menjaga parkir. Ikuti petunjuk dari petugas parkir yang resmi,” pungkasnya. (cad/nur)
Editor : Halo Jember