HALO JEMBER – Malam 1 Suro adalah malam pergantian tahun berdasarkan penanggalan jawa. Bila, pada kalender hijriah, maka disebut 1 Muharram.
Pada tradisi masyarakat Jawa, malam 1 Suro ini cukup sacral. Banyak budaya yang dilakukan pada malam satu ini. Sebut saja, akan mencuci benda-benda pusaka. Seperti keris dan lainya. Baca Juga: Asal Muasal Keris, Biar Tidak Mudah Tertipu
Kegiatan pada malam 1 Suro tersebut, semata-mata bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Sang Pencipta. Selain itu, malam 1 Suro dikenal sebagai waktu yang begitu sakral yang erat kaitannya dengan hal-hal mistis.
Dilansir dari YouTube Mas Kur Channel pada Selasa (25/06), Om Hau atau Om Hao, salah satu sejarawan dan YouTuber Kisah Tanah Jawa menjelaskan bahwa malam 1 Suro adalah waktu disaat gerbang antar dimensi terbuka selebar-lebarnya.
Itu mengapa pada pergantian malam menuju 1 Suro ada berbagai saran dan pantangan perilaku agar tubuh tidak mengalami drop atau kelelahan khususnya untuk Weton Tulang Wangi.
Kapan malam 1 Suro 2024?
Berdasarkan penanggalan Jawa dan Nasional, 1 Suro 2024 bertepatan dengan tanggal 6-7 Juli 2024. Pergantian malam tahun baru penanggalan Jawa sama seperti pergantian malam penanggalan Hijriah.
Pergantian tanggal terjadi saat matahari tenggelam, yang artinya pergantian tahun baru akan terjadi saat tanggal 6 Juli 2024 sore atau malam di waktu pergantian siang ke malam.
Malam 1 Suro sudah dimulai pada tangga 6 Juli 2024, masyarakat umum dan khususnya Weton Tulang Wangi disarankan untuk fokus menjalankan aktivitas positif.
Apa keistimewaan Weton Tulang Wangi saat malam 1 Suro?
Saat malam 1 Suro, pintu dari berbagai dimensi terbuka lebar, akan banyak interaksi yang terjadi antara manusia dan entitas metafisika.
Baca Juga: Baru! Cara Cek Khodam Lewat Aplikasi Viral Tanpa Perlu Link, Begini Caranya
Itu mengapa saat malam 1 Suro, masyarakat secara umum dilarang untuk bepergian jauh, dan disarankan untuk melakukan aktivitas positif seperti beribadah, berdiam diri di rumah bersama keluarga, atau pergi ke tempat ibadah.
Pemilik Weton Tulang Wangi dipercaya memiliki sensitivitas terhadap entitas metafisika dan dunia astral. Memiliki 'tulang yang wangi' dan bisa menarik perhatian entitas astral.
Harum yang dimiliki Weton Tulang Wangi hanya bisa dirasakan oleh entitas metafisika dari dimensi lain, manusia tidak dapat mencium aroma wangi yang dimaksud.
Weton-weton yang masuk dalam kelompok Weton Tulang Wangi adalah orang-orang yang lahir pada Senin Pon, Senin Wage, Senin Pahing, Selasa Legi, Rabu Kliwon, Rabu Pahing, Kamis Wage, Sabtu Wage, Sabtu Legi, Minggu Pon, dan Minggu Kliwon.
Weton-weton tersebut akan menarik banyak perhatian entitas metafisika untuk berinteraksi. Secara tidak sadar, interaksi yang terjadi menyebabkan seseorang dengan Weton Tulang Wangi kelelahan atau drop.
Baca Juga: ‘Cinta Ditolak Dukun Bertindak’. Ini Lima Nama Pelet atau Mantra Pengasihan untuk Percintaan
Baca Juga: Dapat Sembuhkan Pelet, Inilah Keajaiban Sumur Habib Soleh
Editor : Dwi Siswanto